Puslit Biomaterial LIPI - Pusat Penelitian Biomaterial LIPI

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah dan Tupoksi

Picture13

Sejarah

Pusat Penelitian (Puslit) Biomaterial adalah satuan Kerja Eselon II dibawah Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati. Puslit Biomaterial merupakan hasil peningkatan eselon dari Unit Pelaksana Teknis Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial atau sering disebut UPT Balai Litbang Biomaterial (Eselon III).

Sejarah Biomaterial yang dirintis pada awal tahun 1980-an tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan beberapa pemangku kepentingan akan penelitian untuk meningkatkan nilai tambah produk utama hayati yang pada saat itu diekspor dalam bentuk bahan mentah seperti kayu gelondongan dan karet mentah. Kondisi tersebut mendorong pimpinan LIPI yang diprakarsai oleh Deputi IPT Prof. Muhammadi (alm) saat itu dengan menawarkan kepada satuan kerja di lingkunan Kedeputian IPT. Tantangan tersebut akhirnya ditangkap oleh Lembaga Fisika Nasional di Bandung yang saat itu dipimpin oleh Drs. Arjuno Brojonegoro, MSc. Selanjutnya,Dr Nilyardi Kahar (alm) yang saat itu menjadi Asisten Direktur Ilmiah dan pernah mendalami ilmu polimer merintis kelompok penelitian yang bernama Laboratorium Kayu dan Elastomer. Pengembangan kompetensi dilakukan bekerjasama dengan lembaga litbang nasional sejenis dan merintis kerjasama penelitian, pendidikan S2, S3 dan training dengan Kyoto University-Jepang dan beberapa perguruan tinggi di Jerman dan Australia. Pada pertengahan tahun 1980 setelah terjadi reorganisasi LIPI dan pemindahan laboratorium ke PUSPIPTEK Serpong, nama Laboratorium berubah menjadi Laboratorium Bahan Komposit, di bawah naungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan yang dipimpin oleh Dr. Anung Kusnowo. Pengembangan peneliti dan peralatan laboratorium dilakukan dengan memperluas kerjasama. Salah satu yang mendorong Lab Bahan Komposit menjadi Center of Excellence adalah dengan mengkoordinasi peneliti dari berbagai universitas dan lembaga penelitian dalam program JSPS Core University selama kurang lebih 10 tahun. Dukungan moril dan saran-saran untuk maju dan tetap konsisten pada visi semula masih selalu disampaikan oleh Dr. Nilyardi (alm), meskipun beliau telah bertugas di satker lain sebagai Ka BKPI, Kapus Metalurgi, dan terakhir sebagai Deputi IPT. Dalam perkembangannya, berdasarkan Surat Keputusan Kepala LIPI Nomor 1020/M/2002 tanggal 12 Juni 2002, lahirlah UPT Balai Litbang Biomaterial.Dukungan pengembangan Biomaterial tidak dapat dilepaskan dari semangat korporasi dan visioner pimpinan G8 LIPI dan khususnya kedeputian IPH, sehingga Biomaterial dipindahkan ke Cibinong dengan menempati salah satu gedung dari Puslit Biologi dan secara administrasi dibawah pembinaan Puslit Bioteknologi.

Biomaterial, diantara saudara-saudaranya di satu kedeputian, memang masih muda. Dalam usia satu dekade, kegiatan dan hasil-hasilnya layak disejajarkan dengan instansi-instansi sejenis lainnya seperti Fakultas Kehutanan IPB, UGM, Puslitbang Kehutanan dan instansi-instansi lainnya. Bahkan beberapa bidang ilmu telah menjadi referensi bagi kegiatan penelitian lain baik nasional maupun internasional. Tantangan bidang biomaterial kedepan semakin meluas tidak saja terkait dengan peningkatan nilai tambah dan memberikan produk alternatif dari bahan bioresources, tetapi juga mengarah perkembangan ilmu pengetahuan terkini seperti nanoteknologi dan bioteknologi. Pada awal pendirian UPT Balai Litbang Biomaterial, hanya dua lembaga di dunia yang melakukan riset biomaterial, namun sekarang sudah terdapat ratusan lembaga dan perguruan tinggi nasional sudah melakukan kegiatan ini. Dari segi penggunaan bahan baku, telah berkembang dari sebelumnya bio-based material menuju bio-compatible yang menggunakan bahan baku lebih luas khususnya material anorganik.

Tugas Pokok dan Fungsi

Pusat Penelitian Biomaterial LIPI mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang Biomaterial

Adapun tugas-tugas tersebut antara lain:

  1. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian di bidang biomaterial
  2. penelitian di bidang biomaterial
  3. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan penelitian di bidang biomaterial
  4. pelaksanaan urusan tata usaha

Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran

Visi

Menjadi Pusat Penelitian terdepan dalam bidang biomaterial dalam menghadapi persaingan global.

Misi

  1. Menguasai IPTEK dalam bidang material unggul dan strategis dari bahan alam hayati dalam upaya meningkatkan nilai tambah, mencari bahan baku alternatif, mengembangkan proses yang ramah lingkungan
  2. Ikut serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemasyarakatan IPTEK bidang Biomaterial dan Bioproses
  3. Menjadi Center of Excellence dalam bidang Biomaterial
  4. Memberikan masukan kepada pemerintah dalam menyusun kebijakan di bidang pemanfaatan biomaterial
  5. Meningkatkan kinerja dan tata kelola lembaga riset yang baik (good corporate governance)
  6. Meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan pegawai

Tujuan

  1. Memanfaatkan biomaterial untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya hayati menjadi material unggul, alternatif material bangunan, material otomotif dan perbaikan lingkungan hidup
  2. Meningkatkan kemampuan dan jumlah SDM di bidang konversi biomasa, biokomposit, peningkatan sifat biomasa dan ilmu lain yang menunjang
  3. Meningkatkan kemampuan manajerial dan sistem administrasi kelembagaan riset modern
  4. Membantu menyiapkan rumusan kebijakan dalam bidang biomaterial
  5. Mengembangkan sistem/aturan kemitraan dan kerjasama yang profesional secara internal dan eksternal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Sasaran

  1. Terciptanya kompetensi inti (core competence) yang handal di bidang biomaterial yang didukung dengan kemampuan sumber daya IPTEK yang profesional
  2. Terfasilitasinya penegakan kebenaran ilmiah dalam pengelolaan sumber daya alam untuk mengatasi permasalahan perbedaan kepentingan dan konflik yang mungkin terjadi
  3. Terciptanya tata kelola yang profesional, efektif, efisien dengan menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG)
  4. Terjalinnya komunikasi antara pemegang kebijakan, swasta, masyarakat industri, masyarakat umum dan peneliti sehingga memahami pentingnya sumber daya alam hayati sebagai aset dan kunci penggerak pembangunan di bidang material alternatif dan lingkungan
  5. Termanfaatkannya hasil-hasil penelitian, pengembangan, dan aset-aset yang dimiliki untuk kemajuan ekonomi, mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan daya saing dalam kerangka pembangunan berkelanjutan yang adil berwajah kemanusiaan.

DSCF3353

 

Sumber : biomaterial.lipi.go.id


Layanan Publik - Instansi