Puslit Biologi LIPI - Pusat Penelitian Biologi LIPI

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sekilas Tentang Puslit Biologi

Pusat Penelitian Biologi merupakan salah satu Pusat Penelitian di bawah koordinasi Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), selain Pusat Penelitian Bioteknologi dan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor.

Pusat Penelitian Biologi membawahi satu Bagian Tata usaha dan empat Bidang yaitu Bidang Botani (Herbarium Bogoriense, Treub dsb.), Zoologi (Museum Zoologicum Bogoriense), Mikrobiologi dan Bidang Sarana dan Pengelolaan Koleksi.

Pusat Penelitian Biologi semula dikenal dengan nama Lembaga Biologi Nasional (LBN). LBN yang dibentuk pada tahun 1962, pada awalnya adalah bagian dari Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LPPA) yang berada di bawah naungan Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI). Seiring dengan perubahan waktu dan kondisi di Indonesia, MIPI berubah menjadi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), kemudian pada tahun 1986, Lembaga Biologi Nasional berubah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi, dan sejak tahun 2000 diubah menjadi Pusat Penelitian Biologi.

Pusat Penelitian Biologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan program, pelaksanaan penelitian bidang biologi, serta evaluasi dan penyusunan laporan.

Fungsi Pusat Penelitian Biologi adalah :

  • Penyiapan bahan perumusan kebijakan penelitian bidang biologi .
  • Penyusunan pedoman, pembinaan, dan pemberian bimbingan teknis penelitian bidang biologi.
  • Penyusunan rencana, program dan pelaksanaan penelitian bidang biologi .
  • Pelayanan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi bidang biologi .
  • Evaluasi dan penyusunan laporan penelitian bidang biologi .
  • Pelaksanaan urusan tata usaha .

Selain tugas pokok dan fungsi tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Kepala LIPI No. 1973/2002, Pusat Penelitian Biologi - LIPI ditunjuk sebagai pelaksana Harian Otoritas Keilmuan (Scientific Authority) dalam rangka konservasi tumbuhan dan satwa liar serta dalam rangka pelaksanaan CITES (Conservation on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) di Indonesia. Tugasnya adalah melaksanakan tugas-tugas harian yang berkaitan dengan kewenangan LIPI sebagai Otoritas Keilmuan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 dan 8 Tahun 1999, yang tugasnya antara lain :

  • Memberikan rekomendasi kepada Otoritas Pengelola (Management Authority) tentang penetapan daftar klasifikasi, kuota penangkapan dan perdagangan termasuk ekspor, re-ekspor, impor, introduksi dari laut, semua spesimen tumbuhan dan satwa (PP No.8/1999, Pasal 66)
  • Memonitor izin perdagangan dan realisasi perdagangan, serta memberikan rekomendasi kepada Otoritas Pengelola tentang pembatasan pemberian izin perdagangan tumbuhan dan satwa karena berdasarkan evaluasi secara biologis pembatasan seperti itu perlu dilakukan. (PP No.8/1999, Pasal 66)
  • Bertindak sebagai pihak yang independen memberikan rekomendasi terhadap konvensi internasional di bidang konservasi tumbuhan dan satwa (PP No.8/1999, Pasal 66)
  • Memberikan pertimbangan kepada Otoritas Pengelola mengenai perubahan dari jenis tumbuhan dan satwa dilindungi menjadi tidak dilindungi dan sebaliknya (PP No.7, Pasal 5)
  • Memberikan saran mengenai metoda standar pemantauan terhadap populasi tumbuhan dan satwa (Penjelasan PP No.7/1999, Pasal 11)
  • Memberikan rekomendasi mengenai pengkajian, penelitian dan pengembangan terhadap jenis tumbuhan dan satwa liar Indonesia yang dilakukan di luar negeri (PP No.8/1999, Pasal 6, Ayat 2)

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, Pusat Penelitian Biologi membawahi satu Bagian Tata usaha dan empat Bidang yaitu Bidang Botani (Herbarium Bogoriense, Treub dsb.), Zoologi (Museum Zoologicum Bogoriense), Mikrobiologi dan Bidang Sarana dan Pengelolaan Koleksi.

Sejarah Pusat Penelitian Biologi

Sejarah Pusat Penelitian Biologi (P2B) dapat ditarik kembali semenjak era kolonial sekitar tahun 1800-an. Pada 1834  Raffles, Gubernur Jawa, mendirikan kebun raya di Bogor, yang kemudian dikembangkan menjadi stasiun penelitian bernama Land Plantentuin. Stasiun ini mengakomodasi seluruh pekerjaan di bidang taksonomi baik tumbuhan maupun hewan, dimana ribuan kehidupan liar Indonesia kemudian diberi nama ilmiah. Seiring dengan perkembangannya, penelitian juga memeri perhatian terhadap perkembangan ilmu serangga (entomologi) sejalan dengan kenyataan bahwa pada waktu itu serangga merupakan hama utama bagi pertanian. Hal tersebut memberi jalan bagi berdirinya  Museum Zoologicum Bogoriense, atau Museum Zoologi Bogor 1894. Seiring berjalannya waktu, hasil-hasil penelitian mendominasi forum ilmiah internasional, institusi ini menjadi semakin kuat dan kuat lagi. Oleh karena lembaga ini sangat berarti bagi dunia ilmiah internasional, lembaga ini tidak terpengaruh oleh perang yang berkecamuk selama awal abad ke-20. Hingga negara Indonesia memperoleh kemerdekaanya, lembaga tersebut selalu terbebas dari pengaruh kondisi polikik maupun kekacauan sosial. Pada masa setelah kemerdekaan, Pemerintah Indonesia mengubah nama  Land Plantentuin menjadi Lembaga Hortus Botanicus Pusat (LHBP), atau Kebun Raya Indonesia (KRI), atau Kebun Raya Bogor (KRB). Lembaga ini berada dibawah administrasi Djawatan Penelitian Alam (DPA), yang kemudian diganti namanya menjadi  Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LPPA) dibawah Departemen Pertanian.

Pada tahun 1962 berdasar dekrit MPR  No. II, 1960, Kebun Raya Bogor dan LPPA it sendiri dipisahkan dari Departemen Pertanian, dan diganti namanya menjadi Lembaga Biologi Nasional (LBN) dibawah administrai Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI), yang kemudian berganti nama menjadi  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dalam perkembangan selanjutnya berdasar dekrit presiden  No.I, 1986 tentang reorganisai LIPI, nama Lembaga Biologi Nasional diganti menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi, yang diikuti dengan didirikannya dua lembaga baru yaitu Puslitbang Bioteknologi dan Puslitbang Limnologi. Berdasar Keputusan kepala LIPI  No. 23/kep/D.5/1987 P2 Biologi ditugaskan untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu-ilmu biologi, memperbaiki kemampuan komunitas ilmiah, dan mengembangkan jasa-jasa dan distribusi informasi biologi dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keragaman biologi Indonesia.

Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Peranan P2 Biologi

Indonesia terdiri lebih dari 17.500 pulau-pulau yang mana 6.000 diantaranya dihuni, terbentang sepanjang 5.100 Km dari Samudera Hindia hingga Samudera Pasifik dengan total panjang pantai mencapai 81.000 Km (sekitar 14% dari seluruh garis pantai di dunia). Luas seluruh wilayah Indonesia adalah 7,7 juta Km2 yang terdiri dari 1,9 Juta Km2 daratan dan sisanya merupakan lautan. Sekitar 47 ekosistem alami telah teridentifikasi yang memberikan habitat bagi lebih dari 28.000 spesies tanaman, 350.000 spesies hewan dan banyak lagi spesies mikroorganisme. Kekayaan yang sangat besar tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara "Megadiversity", kemungkinan merupakan terkaya di dunia.

Bersamaan dengan pembanguna yang pesat di Indonesia, kualitas dari lingkungan cenderung menurun mengakibatkan terjadinya degradasi terhadap keragaman biologis. Penurunan tersebut dapat terlihat dari:

  • Tingginya tingkat musnahnya keragaman hayati dan distribusi yang terpecah-pecah yang diakibatkan perubahan fungsi habitat dan ekosistem pada seluruh tingkat.
  • Penurunan terhadap kesehatan dan fungsi dari ekosistem, yang menimbulkan turunnya kemampuan untuk merehabilitasi-sendiri ketika ekosistem tersebut mengalami tekanan.
  • Penurunan kualitas kehidupan umat manusia seperti terlihat dari meningkatnya jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan, meningkatnya biaya untuk mempertahankan kesehatan manusia, dan ketidakstabilan sosial-ekonomis, dan kondis politik, yang mana seluruhnya diakibatkan oleh penurunan lingkungan hidup yang menimbulkan konflik kepentingan dalam memanfaatkan suberdaya alam.

Kondisi semacam itu membuktikan bahwa keragaman biologis merupakan pusat dari segala sektor-sektor yang penting bagi kehidupan manusia. Manusia sebagai individu, anggota bagi komunitas global maupun lokal, atau anggota bagi kegiatan industri, semuanya mencari untuk menentukan keputusan bagi pemanfaatan lingkungan dan sumber daya. Keputusan tersebut menimbulkan dampak terhadap keragaman hayati dan habitat alaminya, oleh karena keputusan tersebut umumnya diarahkan terhadap kepentingan ekonomis semata. Hal ini akan menciptakan kerumitan dimana hukum dan kebijakan yang dibuat manusia tidak selaras dengan hukum-hukum alam.

Menengok kembali terhadap sejarah, keragaman biologis telah lama menjadi komoditas perdagangan antar benua dan negara. Sayangnya, milik dari plasma nutfah yang besar, seperti Indonesia, selalu mendapat keuntungan yang sedikit dibanding para penggunanya. Namun demikian masa kini sumber daya plasma nutfah merupakan sumber utama bagi pembangunan industri seperti industri farmasi, kimia, pertanian, makanan, enzim dan industri bioteknologi lainnya. Nilai sejumlah US$ 300 juta tiap tahunnya dibelanjakan bagi kegiatan perdagangan dibidang sumber daya biologis melalui jaringan Orang-tengah, menjadikan pemilik dari sumber daya biologis memperoleh keuntungan yang sedikit dari sumberdayanya sendiri.

Hal-hal yang berkaitan terhadap pemanfaatan sumber daya alami yang dapat memberikan rakyat suatu negara dengan keuntungan yang pantas dan adil merupakan hal yang rumit, terutama untuk negara seperti Indonesia, hal ini disebabkan oleh tidak hanya dibutuhkannya pengetahuan yang menyeluruh terhadap spesies tertentu, namun juga aspek-aspek yang berkaitan dengan hukum dan kebijakan, kewirausahaan, tren pasar global dan hak cipta.

Tugas utama dari P2 Biologi adalah untuk melaksanakan segala kegiatan penelitian, pembangunan, perbaikan kemampuan komunitas ilmiah, penyediaan jasa-jasa, dan penyebaran ilmu-ilmu biologi. Dalam rangka menjalankan tugasnya, P2 Biologi berfungsi untuk:

  • Mempersiapkan program untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan ilmu-ilmu biologis di Indonesia.
  • Melaksanakan penelitian pada karakteristik biologis sumberdaya biologis tertentu seperti tumbuhan, hewan dan mikroorganisme.
  • Melaksanakan kerjasama dan kolaborasi dalam bidang biologi dengan lembaga nasional maupun internasional yang berhubungan dengan sumberdaya biologi.
  • Menyediakan jasa dan informasi dalam bidang ilmu biologi.
  • Mempersiapkan masukan yang perlu bagi penentu kebijakan tentang perubahan dan pemanfaatan sumberdaya biologi beserta lingkungannya.
  • Melaksanakan evaluasi yang menyeluruh terhadap hasil-hasil penelitian dan perkembangan ilmu biologi.

Visi dan Misi Puslit Biologi

VISI :

Menjadi pusat acuan terpercaya bidang pemberdayaan dan konservasi aset keanekaragaman hayati Indonesia.

MISI :

  1. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memberdayakan dan melestarikan aset keanekaragaman hayati Indonesia agar menjadi pendorong utama dalam pembangunan berkelanjutan bangsa yang berwajah kemanusiaan ;
  2. Ikut serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa melalui tersedianya peneliti yang professional, teknisi yang andal, dan staf pendukung penelitian yang mumpuni serta prasarana dan sarana yang terakreditasi sehingga mampu menjadi center of excellence dalam bidang konservasi dan pengungkapan potensi sumber daya hayati Indonesia;
  3. Memperkuat kerjasama dan membentuk jaringan diantara pemangku kepentingan yang bergerak dalam isu keanekaragaman hayati, ekosistem, dan lingkungan agar masyarakat Indonesia menjadi peduli, berdaya, mandiri, cerdas dalam memanfaatkan dan melestarikan keanekaragaman hayatinya;
  4. Meningkatkan peran serta masyarakat dan sektor swasta serta mendorong otonomi daerah dalam menggali dan memanfaatkan potensi sumber daya alamnya secara optimum, lebih adil dan berkelanjutan melalui pengelolaan yang bertanggung jawab dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
  5. Memberikan landasan ilmiah untuk pengambilan kebijakan serta tersusun dan tegaknya supermasi hukum terutama undang-undang yang terkait dengan pengelolaan sumber daya hayati dan nir-hayati serta lingkungan, merancang dan mematuhi peraturan pemerintah pusat dan daerah terutama rencana dan tata ruang wilayah, serta menghormati kearifan masyarakat adat dan tradisional untuk memperkokoh persatuan bangsa sekaligus memperluas daya saing masyarakat.

 

Sumber : biologi.lipi.go.id


Layanan Publik - Instansi