WANADRI - Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah Wanadri

Ketika itu sekelompok pemuda mencari nama untuk kelompoknya, agar tidak menunjukan kedaerahan. Bingung mencari nama, tiba-tiba disodorkanlah sebuah buku oleh Pak SOEBARI yang berjudul: PADALANGAN di PASOENDAN, karangan A. SALMOEN. Pak SOEBARI menyarankan kepada para pemuda itu untuk mencari istilah dari buku itu. Buku itu memang berupa daftar istilah pedalangan Sunda. Tiba pada hal 196, bagian W, maka terlihatlah oleh Kang HARI, sebuah istilah:

Wanadri, goenoeng tengah leuweung.

Sejak itulah mereka memproklamirkan nama kelompoknya:

Wanadri: Gunung di tengah Hutan, kemudian berubah menjadi WANADRI, Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung.

sejarah_img
Logo Pertama Wanadri

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung WANADRI didirikan pada tanggal 17 Januari 1964 oleh 6 orang pemuda “bekas PANDU”, yang kemudian dikenal dengan sebagai Angkatan Pendiri. Dengan berbekal visi akan pemuda-pemudi Indonesia yang tangguh, tabah, serta percaya pada kekuatan diri sendiri, WANADRI kemudian diresmikan pada tanggal 16 Mei 1964. Bersamaan dengan peresmian tersebut dikukuhkan juga angkatan kedua dalam organsasi WANADRI, yakni Angkatan Pelopor yang terdiri dari 25 anggota.

Nama WANADRI berasal dari bahasa Sanskerta, wana yang berarti hutan dan adri yang berarti gunung. WANADRI secara harafiah berarti gunung di tengah-tengah hutan.

Hingga tahun 2013, Anggota Biasa WANADRI yang dilantik melalui Pendidikan Dasar WANADRI telah sebanyak 23 angkatan dengan jumlah lebih-kurang 1000 orang. Ke-23 angkatan tersebut adalah:

No. Angkatan Putra Angkatan Putri Tahun Pendidikan dasar
1. Pendiri   1964
2. Pelopor   1964
3. Singawalang Srikandi 1964
4. Lawang Angin Kayu Putih 1965
5. Angin Rimba Anggrek Liar 1967
6. Hujan Kabut Pendobrak 1969
7. Tapak Rimba Saliara 1971
8. Angin Lembah Puspa Rimba 1973
9. Kabut Singgalang Bunga Manik 1976
10. Rawa Laut Acintia Panka 1978
11. Kabut Rimba Kaliandra 1981
12. Elang Rimba Medinilla 1983
13. Badai Rimba Altingia 1986
14. Topan Rawa Brugmancia 1989
15. Bayu Rawa Green Pinka 1990
16. Tapak Lembah Kayu Api 1993
17. Elang Rawa Pualam 1996
18. Kabut Lembah Kartika 1999
19. Api Rawa Puspa Kaldera 2001
20. Hujan Rimba Mutiara 2004
21. Bayu Windu Srikandi Silva 2008
22. Tapak Rawa Asoka Rimba 2010
23. Elang Kabut Cantigi 2012


Setiap angkatan diberi nama yang unik sebagai suatu representasi makna yang mengikat kesatuan angkatan.

WANADRI

wanadri_logo
MOUNTAIN AND JUNGLE
EXPLORER ASSOCIATION

Wanadri atau Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri adalah organisasi kegiatan alam bebas yang berkedudukan di Bandung, Indonesia. Wanadri berdiri pada 1964 [1], dengan tujuan untuk turut membangun Tanah Air, Bangsa, dan Negara Republik Indonesia melalui pendidikan pemuda-pemudi dengan menggunakan media alam bebas sebagai sarana pendidikan.

Pada dasarnya, Wanadri adalah kumpulan sekelompok orang yang mencintai kehidupan di alam bebas. Organisasi Wanadri —yang dapat dipandang sebagai suatu “masyarakat Wanadri”— adalah organisasi yang memiliki aturan dan norma yang khas, baik tertulis maupun tidak tertulis, yang senantiasa berlaku dan dihormati oleh anggotanya.

Secara umum, visi Wanadri adalah menjadi sebuah organisasi pendidikan untuk mendidik manusia, khususnya anggotanya, agar mempunyai nilai-nilai yang terkandung dalam Janji dan Hakikat Wanadri. Tujuannya adalah untuk membentuk seorang manusia yang mandiri, ulet, tabah, Pancasilais sejati, dan percaya pada kekuatan diri sendiri.

Dalam menerapkan tujuannya, terdapat empat kegiatan pokok Wanadri yang meliputi: penjelajahan, pendidikan, integrasi dengan masyarakat, dan perlindungan alam.

Pengembaraan di gunung, hutan rimba yang lebat, jurang yang dalam, tebing terjal, bergulat dengan arus deras, riam dan jeram di sungai, disadari atau tidak, tentu akan memberi pengaruh pada karakter seseorang. Berbagai rintangan yang dihadapi dalam pengembaraan akan membuat orang menjadi lebih tabah, tidak mudah putus asa. Di tengah kebesaran alam, keindahan dan mungkin keganasannya, seorang Wanadri akan menyadari keagungan Tuhan Sang Pencipta. “Jalan pengembaraan” inilah salah satu cara Wanadri mendidik manusia, khususnya anggota-anggotanya.

WANADRI

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung

 

Sumber: wanadri.or.id


Layanan - WANADRI - Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung

Layanan Publik - Instansi