Klub Tempo Doeloe

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Tentang

BIOGRAFI SINGKAT

Klub Tempo Doeloe berdiri pada tanggal 10 April 2010 dan didirikan oleh 7 orang pendiri; Andrian Pratama, Allan Akbar, Gadis W. Alun, Alexander F.W., Dirgantara Wicaksana, Mahendra Setiawan, dan Adrianus W. Muntu. Berlandaskan rasa cinta sejarah dan budaya Indonesia, Klub Tempo Doeloe mengembangkan diri terutama dalam bidang wisata, diskusi, seminar, workshop, dan kampanye tentang sejarah dan budaya Indonesia. Klub ini akan terus mewarnai dunia sejarah dan budaya Indonesia agar masyarakat Indonesia pun makin sadar akan pentingnya mencintai dan melestarikan sejarah dan budayanya sendiri. Dana yang masuk ke dalam kas Klub Tempo Doeloe akan digunakan untuk kegiatan diskusi maupun advokasi yang akan diadakan oleh kami.

MAKNA LAMBANG


Warna coklat yang dominan

Merepresentasikan aroma tempo doeloe

Bintang

Menggambarkan bahwa suatu saat Klub Tempo Doeloe akan menjadi bintang

Bulatan tengah yang berwarna coklat

Singkatan dari Klub Tempo Doeloe; K T D

Padi

Makanan pokok mayoritas rakyat Indonesia yang berasal dari padi

7 daun padi

Menggambarkan 7 pendiri Klub Tempo Doeloe.

Warna merah-putih pada daun padi

Warna dari bendera Indonesia.

Lingkaran

Hubungan yang tidak terputus antara seluruh elemen Klub Tempo Doeloe.

VISI DAN MISI

Visi:

Mewujudkan Sejarah dan Budaya Untuk Seluruh Masyarakat.

Misi:

  1. Membangkitkan sejarah dan budaya melalui kegiatan yang bersifat rekreatif-edukatif dengan melakukan perjalanan wisata ke situs-situs sejarah dan budaya, khususnya Indonesia, yang masih ada agar mudah dicerna dan diingat.
  2. Membangkitkan sejarah dan budaya melalui kegiatan yang bersifat edukatif dengan melakukan seminar, diskusi, menonton, penyebaran tulisan, dan mengumpulkan literatur-literatur sejarah dan budaya yang masih ada agar masyarakat mudah untuk mengakses pengetahuan tentang sejarah dan budaya, khususnya Indonesia.
  3. Membangkitkan sejarah dan budaya melalui kaderisasi ke seluruh lapisan masyarakat demi menumbuhkan pribadi-pribadi yang berjiwa kritis terhadap sejarah dan budaya bangsa Indonesia.
  4. Menumbuhkan sikap kepada masyarakat untuk mempunyai rasa memiliki terhadap situs-situs bersejarah pada umumnya dengan melakukan aksi nyata kepada yang bersangkutan sehingga pada nantinya dapat mencegah hilangnya hak kekayaan-kekayaan budaya dan sejarah yang ada di Indonesia.

 

Sumber: klubtempodoeloe.blogspot.co.id


Layanan Publik - Instansi