Gropesh - Gerakan Orang Muda Peduli Sampah

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah

Siapakah Gropesh?

Pada tanggal 12 – 16 November 2005, perwakilan Orang Muda (OM) se-Indonesia mengadakan pertemuan nasional (PERNAS 2005) di Cibubur – Jakarta, pertemuan tersebut menghasilkan beberapa isu strategis guna membangun Habitus Baru bangsa dan negara. Salah satu isu yang dibicarakan waktu itu adalah masalah “Lingkungan Hidup” yang kemudian dipilih oleh perwakilan OM dari Jakarta sebagai isu strategis yang mendesak dan menjadi perhatian utama bagi OM di Jakarta.

Sebagai bentuk konkret pada tanggal 24 – 25 Maret 2007 di Wisma Samadi, Klender, Jakarta dalam acara Temu Aksi Peduli Sampah yang diadakan oleh Panitia Gerakan Hidup Bersih dan Sehat (GHBS), maka terkumpullah sejumlah OM yang kemudian menamakan diri sebagai Grombolan Peduli Sampah (Gropesh).

Pada awalnya Gropesh hanya melakukan aksi-aksi kampanye peduli sampah yang berguna membangun kesadaran akan kepedulian terhadap sampah. Awalnya Gropesh juga hanya kelompok cair yang tidak memiliki struktur tetap dan dibimbing oleh P. Al. Andang L. Binawan, SJ sebagai pendorong gerakan ini. Beliau menjabat sebagai Ketua Panitia GHBS.

Setelah sekian banyak aksi kampanye yang diadakan, pada tanggal 21-22 Juli 2007 para volunteer Gropesh diundang untuk hadir dalam acara Temu Aksi Peduli Sampah II sebagai kelanjutan dari Temu Aksi Peduli Sampah yang sebelumnya. Dalam acara itu kemudian terbentuklah Tim 14 yang terdiri dari 2 orang koordinator umum 2 orang sekretaris dan 10 orang koordinator divisi. Divisi yang terbentuk adalah Divisi Humas/Jejaring, Divisi Pelatihan Eksternal, Divisi Kampanye, Divisi Kegiatan Internal dan Divisi Kreatif & Dana. Lalu pada tanggal 21 – 22 Agustus 2010 lalu, Gropesh mengadakan Raker I yang kemudian menghasilkan 1 orang koordinator umum, 1 orang sekretaris, 1 orang bendahara, dan 9 orang yang terbagi dalam 4 divisi atl: Divisi Humas, Divisi Pelatihan & Pengembangan (Litbang), Divisi Dana & Usaha, dan Divisi Kampanye.

Dan pada akhirnya pada tanggal 24 September 2010, Grombolan Peduli Sampah ini berubah nama menjadi Gerakan Orang Muda Peduli Sampah (masih bersingkatan Gropesh). Sampai saat ini, sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh Gropesh misalnya: mengadakan aksi penyadaran tentang di sekolah-sekolah tertentu seperti di St. Yakubus, Santa Ursula, Tarakanita, Atma Jaya dan masih banyak lagi.

Bersamaan dengan aksi penyadaran tersebut, Gropesh juga memberikan beberapa macam bentuk pelatihan seperti cara membuat pupuk kompos skala rumah tangga, kompos metode Takakura, penggunaan Bor Biopori, kerajinan tangan dari bahan-bahan sampah an-organik dan cara pemilahan sampah khususnya pada anak-anak.

Sebagai gerombolan anak muda, Gropesh memiliki banyak cita-cita yang masih harus diraih dan diwujudkan. Salah satunya adalah sesuai dengan visi, menjadi kelompok orang muda yang unggul dalam mewujudkan habitus bersih dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari iman, khususnya dalam Lingkup Jatabek. Kami ingin mewujudkan cita-cita itu dengan langkah konkret melalui misi-misi kami yaitu; Meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota Gropesh, kampanye gerakan 3R + R (Reduce, Reuse, Recycle + replant).
Kampanye” dipilih karena yang diharapkan adalah perubahan perilaku, bukan sekedar tahu. Selain itu juga membuat pelatihan pengelolaan sampah dan pelatihan lain yang mendukung peningkatan kualitas anggota Gropesh, dan membangun jejaring dengan kelompok/ komunitas/ lembaga yang memiliki keprihatinan serupa.

VISI

Menjadi kelompok orang muda yang unggul dalam mewujudkan habitus bersih dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari iman, khususnya dalam Lingkup Jatabek

MISI

  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota Gropesh, kampanye gerakan 3R + R (Reduce, Reuse, Recycle + Replant).
  • Mendukung peningkatan kualitas anggota Gropesh
  • Membangun jejaring dengan kelompok/ komunitas/ lembaga yang memiliki keprihatinan serupa.

 

Sumber: gropesh.com


Layanan - Gropesh - Gerakan Orang Muda Peduli Sampah

Layanan Publik - Instansi