PPKM Indonesia - Program Perencanaan Keuangan Masyarakat

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Tentang

Tentang Kita

PPKM adalah program perencanaan keuangan dan pengelolaan uang dengan target masyarakat berpenghasilan menengah dan  rendah. Program ini telah menjalin kemitraan dengan program pengabdian masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di beberapa universitas negeri (Unpad, UPI, dan Untirta) serta program pemberdayaan masyarakat PNPM di Malang. PPKM menempatkan individu dan keluarga sebagai awal untuk mengembangkan stabilitas keuangan. Secara umum PPKM terdiri dari 4 kegiatan:

1. Training for Trainers  (TOT)

Pelatihan dilakukan kepada pihak yang berkomitmen untuk melakukan pelatihan kembali kepada masyarakat. Kapasitas kelas maksimum 20 orang. Target peserta ditujukan kepada:

a. Para mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN);
b. Guru-guru maupun pembina sekolah menengah yang berkenan memperkenalkan konsep literasi keuangan kepada para siswa;
c. Fasilitator PNPM;
d. Pembina koperasi ;
e. Pembina NGO local

2. Training for Community (TOC)

a. Pelatihan dilakukan kepada masyarakat langsung baik oleh para trainers yang telah mengikuti TOT maupun para master trainer yang tergabung dalam tim PPKM. Kapasitas kelas maksimum 30 orang. Target peserta diutujukan kepada:a.Siswa sekolah menengah
b. Ibu tumah tangga
c. Pengusaha kecil dari sektor informal

3. Pendampingan

Merupakan proses kegiatan yang menjadi bagian atau kegiatan tambahan dari TOC. Selain pelatihan, peserta akan melakukan mempraktekan materi-materi perencanan keuangan dan bisnis kecil dengan bimbingan dari para pelatih (trainers). Tujuan dari pendampingan adalah membantu peserta untuk membiasakan diri menjalankan konsep-konsep dasar yang baik bagi perencanaan keuangan atau bisnis kecil.

4. Evaluasi kegiatan

Evaluasi dilakukan di setiap kegiatan PPKM untuk melihat efektifitas kegiatan serta dampak pelatihan terhadap peserta. Evaluasi dilakukan dengan motede kualitatif dan kuantitatif. Hasil evaluasi digunakan sebagai bagian laporan kepada donor serta perbaikan program PPKM.

Sejarah

Skema Andersen Blank

*Diadaptasi dari: Andersen (1982): kemiskinan -> tidak ada tabungan -> investasi rendah -> skala produksi rendah -> pendapatan rendah -> kemiskinan -> pendapatan rendah -> pendidikan rendah -> produktifitas rendah -> peroduksi rendah -> kemiskinan -> konsumsi rendah -> kurang nutrisi -> sakit -> kinerja rendah -> produksi rendah -> kemiskinan

Tim PPKM merupakan alumni HICD (Human and Institutional Capacity Development)-PRESTASI (Program to Extend Scholarship and Training to Achieve Sustainable Impact) merupakan penerima beasiswa baik dalam dan luar negeri dari USAID (United States Agency for International Development). PPKM didirikan pada bulan Juli 2012 sebagai bagian kegiatan Divisi Ekonomi Asosiasi Alumni PRESTASI-HICD Amerika-Indonesia (ALPHA-I). Dalam perjalanannya, Tim PPKM tidak hanya melibatkan para alumni penerima program beasiswa Amerika Indonesia, namun para pengajar, pendidik, dan masyarakat yang peduli akan pemberdayaan masyarakat di bidang literasi keuangan.

Latar Belakang di mulainya Gerakan Pendidikan Keuangan Masyarakat

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa akses layanan keuangan (financial inclusion) merupakan salah satu faktor penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pemerintah sesungguhnya telah menaruh perhatian yang besar terhadap upaya untuk meningkatkan akses dan layanan keuangan yang lebih luas kepada masyarakat. Peningkatan akses dan layanan keuangan tersebut diharapkan tidak hanya terbatas hanya berupa layanan tabungan dan akses pinjaman semata, namun juga layanan dan akses terhadap dana pensiun, asuransi kesehatan, dan asuransi pendidikan. Akan tetapi, hasil penelitian Bank Dunia pada tahun 2011 menunjukkan bahwa sekitar 40% penduduk Indonesia tidak memiliki akses layanan perbankan. Hal ini mengakibatkan mereka tidak dapat menyimpan dan meminjam uang di bank. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya informasi dalam hal pengetahuan keuangan yang mencakup pengetahuan akan institusi keuangan, manajemen pengelolaan keuangan dan pembukuan, serta pengetahuan dasar tentang investasi (Bank Dunia, 2011). Temuan Bank Dunia ini menunjukkan bahwa financial inclusion bagi masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang tidak bankable, sulit untuk dicapai jika tidak disertai dengan penyebarluasan financial literacy kepada masyarakat.

Selengkapnya

Visi Misi

Visi PPKM

Menjadi program nasional berbasis pemberdayaan masyarakat di bidang literasi keuangan.

Misi PPKM

Meningkatkan kepedulian dan kemampuan masyarakat terhadap pentingnya perencanaan dan pengelolan keuangan yang dapat dicapai melalui program pelatihan dan pendampingan

Saat ini PPKM memiliki 3 sub-program, yaitu: 

  1. Pelatihan finansial untuk remaja: “Konsumen yang Cerdas”
  2. Pelatihan finansial untuk usaha kecil :  “Strategi Bisnis untuk Usaha Kecil ”
  3. Pelatihan finansial untuk keluarga :  “Agenda Keuangan untuk Keluarga”

Masing-masing sub-program memiliki modul, buku pendamping, Training of Trainer (TOT), Training of Community (TOC), pendampingan dan evaluasi.

Profesionalisme

professional

 

Sumber: ppkmindonesia.com


Layanan - PPKM Indonesia - Program Perencanaan Keuangan Masyarakat

Layanan Publik - Instansi