IJI - Institut Ju-Jitsu Indonesia

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah Institut Jujitsu Indonesia (IJI)

Beladiri JuJitsu khususnya aliran Kyushin – Ryu( I Kyushin Ryu ) masuk ke Indonesia pada saat sekitar pergolakan Perang Dunia II, yaitu pada tahun 1942 yang dibawa oleh tentara Jepang bernama Ishikawa.
Ishikawa mewariskan ilmunya kepada R. Soetopo yang kemudian menurunkan kepada Drs. Firman Sitompul, Brigjen ( Pol ) Drs. DPM Sitompul SH,MH , Drs. Heru Noercahyo. MM , Drs Bambang Soeprijanto, Mayor ( Pol ) Drs. Heru Winoto. Beliau – beliau inilah penggerak berkembangnya JuJitsu di tanah air hingga kini.

Pada tahun 1981 diadakan demontrasi bela diri Ju Jitsu di PTIK Jakarta oleh ahli Ju Jitsu Indonesia yang akhirnya mendapat penghargaan (pengakuan) dari Kedutaan besar Jepang di Jakarta. Di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada tanggal 23 Juni 1982 seorang alumni Mahasiswa PTIK bernama : Kapten Pol. Drs. Adityawarman (Sabuk Coklat/Kyu I) telah berhasil mempertunjukkan pukulan memakai tenaga dalam Jiu Jitsu terhadap tumpukan batu bata merah sejumlah 34 (tiga puluh empat) ± 1,5 Meter dapat dipukul pecah semua dan hal tersebut telah disiarkan lewat televisi pada siaran Hankam.
Mahasiswa–mahasiswa PTIK angkatan XVII/Widya Bhakti pada tingkat sabuk Biru atau Kyu 2, telah mampu memukul pecah susunan batu bata sebanyak 17 (tujuh belas) tumpukan dilakukan oleh Kapten Pol A. Simanjutak (tanggal 2 Nopember 1982).

Disamping hal tersebut di atas bela diri JuJitsu juga mempunyai teknik beladiri khusus yang berguna untuk Polisi dan sudah di uji coba di PTIK, teknik–teknik tersebut meliputi :

  • Teknik menggunakan jaket POLRI/TNI sebagai alat untuk membela diri
  • Teknik menggunakan helm ( topi ) patroli sebagai alat membela diri
  • Teknik menggunakan sabuk sebagai alat membela diri
  • Teknik menggunakan tongkat dan borgol Polisi
  • Teknik Perkelahian di Mobil Patroli Polisi
  • Teknik menggunakan tongkat pendek kecil patroli Yaware ( pulpen ) sebagai alat membela diri
  • Teknik beladiri untuk Polisi Wanita
  • Perkelahian malam hari

Memang pada hakekatnya alat perlengkapan perorangan Polisi di lapangan yaitu :
Jaket, sabuk, tongkat, tali pada dasarnya dapat digunakan sebagai alat untuk membela diri dari serangan fisik para pelanggar hukum, baik bentuk serangan itu dengan senjata tajam maupun dengan tangan kosong ( tanpa senjata )
Dalam perkembangannya sampai sekarang ini, JuJitsu berkembang pada kesatuan militer di LINUD KOSTRAD Yon 328 Cilodong Bogor, KOPASSUS, PASPAMPRES, PUSDIKKES MARINIR di Surabaya dan kesatuan militer lainnya.
JuJitsu yang berkembang dewasa ini, telah membentuk suatu Induk organisasi yang bernama Institut JuJitsu Indonesia ( IJI ) yang berpusat di Jakarta dan telah menjadi anggota Federasi Ju Jitsu di dunia yang bernaung di bawah organisasi All Jujitsu Japan International Federation (AJJIF) yang bermarkas di Amerika Serikat.

Visi dan Misi

Visi :

Terwujudnya Manajemen dan Kepelatihan yang profesional dan Proporsional dengan penyetaraan terhadap olahraga nasional

Misi :

  • Memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang pembinaan olahraga beladiri dalam rangka membentuk kepribadian yang tanggap, tanggo dan trengginas
  • Memberikan pendidikan moral dan ketahanan fisik guna menunjang stabilitas bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Mensinergikan berbagai komponen dan elemen kepelatihan

 

Sumber: institutejujitsuofindonesia.wordpress.com


Layanan - IJI - Institut Ju-Jitsu Indonesia

Layanan Publik - Instansi