Kementan - Kementerian Pertanian Indonesia

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah Kementerian Pertanian

Pada masa penjajahan Belanda urusan pertanian ditangani oleh Departement van Landbouw (1905), Departement van Landbouw, Nijverheid en hendel (1911) dan Departement van Ekonomische Zaken (1934). Sedangkan pada masa pendudukan jepang, Gunseikanbu Sangyobu yang berperan dalam menangani urusan pertanian. Setelah proklamasi kemerdekaan terbentuknya kabinet-kabinet yaitu :

  •   Penjajahan Belanda, 1800 – 1942
  •   Pendudukan Jepang, 1942 – 1945
  •   Awal Kemerdekaan, 1945 – 1959
  •   Ekonomi Terpimpin, 1960 – 1965
  •   Era Transisi, 1966 – 1968
  •   Pelita I, 1968 – 1973
  •   Pelita II, 1973 – 1978
  •   Pelita III, 1978 – 1983
  •   Pelita IV, 1983 – 1988
  •   Pelita V, 1988 – 1993
  •   Pelita VI, 1993 – 1998
  •   Pelita VII, 1998
  •   Pemerintahan Transisi, 1998 – 1999
  •   Kabinet Persatuan, 1999 – 2001
  •   Kabinet Gotong Royong, 2001 – 2004
  •   Kabinet Indonesia Bersatu I, 2004 – 2009
  •   Kabinet Indonesia Bersatu II, 2009 – Sekarang 

VISI DAN MISI

Visi Kementerian Pertanian 2010 - 2014:

Terwujudnya Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan Yang Berbasis Sumberdaya Lokal Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan, Nilai Tambah, Daya Saing, Ekspor dan Kesejahteraan Petani.

Misi Kementerian Pertanian 2010 - 2014:

1) Mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan yang efisien, berbasis iptek dan sumberdaya lokal, serta berwawasan lingkungan melalui pendekatan sistem agribisnis.
2) Menciptakan keseimbangan ekosistem pertanian yang mendukung keberlanjutan peningkatan produksi dan produktivitas untuk meningkatkan kemandirian pangan.
3) Mengamankan plasma-nutfah dan meningkatkan pendayagunaannya untuk mendukung diversifikasi dan ketahanan pangan.
4) Menjadikan petani yang kreatif, inovatif, dan mandiri serta mampu memanfaatkan iptek dan sumberdaya lokal untuk menghasilkan produk pertanian berdaya saing tinggi.
5) Meningkatkan produk pangan segar dan olahan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) dikonsumsi.
6) Meningkatkan produksi dan mutu produk pertanian sebagai bahan baku industri.
7) Mewujudkan usaha pertanian yang terintegrasi secara vertikal dan horisontal guna menumbuhkan usaha ekonomi produktif dan menciptakan lapangan kerja di pedesaan.
8) Mengembangkan industri hilir pertanian yang terintegrasi dengan sumberdaya lokal untuk memenuhi permintaan pasar domestik, regional dan internasional.
9) Mendorong terwujudnya sistem kemitraan usaha dan perdagangan komoditas pertanian yang sehat, jujur dan berkeadilan.
10) Meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan aparatur pemerintah bidang pertanian yang amanah dan profesional.

 

Sumber : pertanian.go.id


Layanan Publik - Instansi