PJB - PT Pembangkitan Jawa-Bali

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

PT Pembangkitan Jawa-Bali (disingkat PT PJB) adalah sebuah anak perusahaan PLN BUMN produsen listrik yang menyuplai kebutuhan listrik di Jawa Timur dan Bali. Saat ini PT PJB mengelola 6 Pembangkit Tenaga Listrik di Pulau Jawa, dengan kapasitas total 6.511 Mega Watt. PT PJB juga mengelola sejumlah unit bisnis, termasuk unit pengelolaan, teknologi informasi, dan pengembangan. Kantor pusat PT PJB berada di Surabaya.

TENTANG PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB)

PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) sejak berdiri tahun 1995 senantiasa mengabdikan diri untuk bangsa dan negara Indonesia, serta mendorong perkembangan perekonomian nasional dengan menyediakan energi listrik yang bermutu tinggi, andal dan ramah lingkungan. Dengan visi menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik Indonesia yang terkemuka dengan standar kelas dunia, PJB tiada henti berbenah dan melakukan inovasi dengan tetap berpegang pada kaidah tata pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Berkat dukungan shareholders dan stakeholders, PJB tumbuh dan berkembang dengan berbagai bidang usaha, tanpa meninggalkan tanggung jawab sosial perusahaan demi terwujudnya kemandirian masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.

Awalnya PJB hanya menjalankan bisnis membangkitkan energi listrik dari enam Unit Pembangkitan (UP) yang dimiliki, yaitu : UP Gresik (2.219 MW), UP Paiton (800 MW), UP Muara Karang (908 MW), UP Muara Tawar (920 MW), UP Cirata (1.008 MW) dan UP Brantas (281 MW). Kini, PJB berkembang dan menjalankan berbagai usaha yang terkait dengan bidang pembangkitan yang antara lain: jasa Operation and Maintenance (O&M) Pembangkit, Engineering, Procurement and Construction (EPC), konsultan bidang pembangkitan, pendidikan dan pelatihan tata kelola pembangkitan, pendidikan dan pelatihan energi terbarukan, serta usaha lain yang dalam rangka memanfaatkan secara maksimal potensi yang dimiliki perusahaan. PJB mendirikan anak perusahaan di bidang Operation and Maintenance, perusahaan di bidang EPC pembangkit, serta melakukan joint venture commpany untuk mengembangkan pembangkit baru ataupun menjalankan bisnis O&M pembangkit.

Guna mewujudkan visi menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik Indonesia yang terkemuka dengan standar kelas dunia, PJB menjalankan misi antara lain :

  1. Memproduksi tenaga listrik yang handal dan berdaya saing
  2. Meningkatkan kinerja secara berkelanjutan melalui implementasi tata kelola pembangkitan dan sinergi business partner dengan metode best practise dan ramah lingkungan
  3. Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM yang mempunyai kompetensi tehnik dan manajerial yang unggul serta berwawasan bisnis

Untuk itu PJB mengimplementasikan berbagai sistem manajemen best practice,  yang antara lain: Manajemen  Asset Pas 55, Manajemen  SDM berbasis Kompetensi,  Manajemen  Risiko, Manajemen  Mutu ISO 9000, Manajemen  Lingkungan ISO 14000 dan K3 OHSAS 18000, Manajemen  GCG, Manajemen  Teknologi Informasi, Knowledge Management, Manajemen  Baldrige, Manajemen  House Keeping 5S, Manajemen Pengamanan, dan Sistem Manajemen Terpadu (PJB Integrated Management System).

Perjalanan PJB

1995 :

  • PJB berdiri dengan aset berupa enam unit pebangkitan, total kapasitas 6.500 MW.
  • Menetapkan visi dan misi perusahaan.

Visi

  1. Menguasai pangsa pasar di Indonesia.
  2. Menjadi perusahaan kelas dunia.
  3. Memiliki SDM profesional.
  4. Peduli lingkungan.

Misi

  1. Menjadikan PJB sebagai perusahaan publik yang maju dan dinamis dalam bidang pembangkitan tenaga listrik.
  2. Memberi hasil terbaik kepada pemegang saham, pegawai, pelanggan, pemasok, pemerintah dan masyarakat.
  3. Memenuhi tuntutan pasar.
  4. Pengelolaan perusahaan hanya menekankan pada aset fisik.


1997 :

  • Mulai mengimplementasikan Sistem Informasi Terpadu (pertama kali di Indonesia untuk katagori perusahaan pembangkitan).


2002 :

  • Perubahan paradigma, dari paradigma operator menjadi paradigma enterpreneur. Pengelolaan perusahaan tidak hanya menekankan pada aset fisik, tetapi juga aset manusia, aset knowledge dan aset capital.
  • Mengimplementasikan Maintenance Optimization Program (MOP).


2004 :

  • Men-set up Asset Optimization Program.


2007 :

  • Mengimplementasikan manajemen aset.
  • Membangun Tata Kelola Unit Pembangkitan dan Tata Kelola Unit pemeliharaan.
  • Tata kelola unit ditetapkan sebagai kontrak kinerja, diasesmen setiap semester dengan konsep maturity level.
  • Mengimplementasikan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi.


2008 :

  • Mengadopsi mengadopsi Kriteria Baldridge sebagai panduan untuk mencapai performance excellence.
  • Baldrige band level Early Improvement (skor 396).

    
2009 :

  • Baldrige Band Level Early Improvement (skor 437).
  • Melakukan perubahan visi dan misi perusahaan.


Visi

  1. Menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik Indonesia yang terkemuka dengan standar kelas dunia.

Misi

  1. Memproduksi tenaga listrik yang handal dan berdaya saing.
  2. Meningkatkan kinerja secara berkelanjutan melalui implementasi tata kelola pembangkitan dan sinergi business partner dengan metode best practise dan ramah lingkungan.
  3. Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM yang mempunyai kompetensi tehnik dan manajerial yang unggul serta berwawasan bisnis.


2010 :

  • Tahun 2009 Baldrige Band Level Early Improvement (skor 512).


2011 :

  • Mengintegrasikan sistem manajemen dalam PJB IMS (PJB Integrated Management System).
  • Men-set up Asset Management PAS 55.
  • Baldrige Band Level Good Performance (skor 556).


2012 :

  • Sertifikasi Asset Management PAS 55.
  • Tercapainya target 2012 Baldrige Band Level Emerging Industry Leader (skor 586).


2013 :

  • Meraih Platinum Achievement Award (Highest Score) dan Gold Achievement Award (Big Company Criteria) Baldrige Criteria, band Emerging Industry Leader dari Indonesia Quality Award (IQA) Foundation.
  • Realisasi penjualan 5,84% di atas target dan naik 6,95% dari realisasi 2012.
  • Bauran energi lebih baik terutama berhasil memaksimalkan pemakaian Gas (naik dari 67,71% di 2012 menjadi 75% pada tahun 2013) dan Hidro (11%) dan penurunan pemakaian BBM dari 8,62% di tahun 2012 turun menjadi 1,17% di 2013.
  • UB JOM Rembang meraih penghargaan 1st WINNER ASSET OPERATOR AWARD 2013 dan UB JOM Indramayu meraih penghargaan 3rd WINNER ASSET OPERATOR AWARD 2013 dari PLN UPJB.
  • PJB melalui PJB Academy menjadi Pusat RLA (Remaining Life Assessment) Pembangkit dan siap menerima penugasan PLN untuk pembangkit existing.
  • PJB melalui anak perusahaan, Rekadaya Elektrika telah membangun PLTU Kendari Unit 2 dan Kepri Unit 2, dan telah menghasilkan produksi listrik 160 GWh setara 43.200 KiloLiter BBM.
  • PJB meraih Kategori GCG Sangat Baik dengan nilai 92,70% berdasarkan SK-16/S.MBU/2012 dan kategori Trusted Company dengan nilai 82,13 berdasarkan CGPI (Corporate Governance Perception Index).
  • PJB meraih Kategori GCG Sangat Baik dengan nilai 92,70% berdasarkan SK-16/S.MBU/2012 dan kategori Trusted Company dengan nilai 82,13 berdasarkan CGPI (Corporate Governance Perception Index).
  • Perolehan sertifikat bertaraf internasional di Jepang 15 ahli Overhaul Steam/Gas Turbin dan Pengembangan kompetensi baru operator CNG di AKAMIGAS Cepu, sebanyak 16 orang.
  • Aplikasi Sistem Inventory Stockiest berhasil di-launching tanggal 30 Oktober 2013. Sistem Inventory Stockiest merupakan program pengadaan parts PLTU FTP-1 dengan handal dan tepat waktu.
  • Optimasi Pengelolaan Working Capital Rp1,64Trilyun, lebih baik dari sasaran Rp1,21Trilyun.
  • Implementasi ICoFR di seluruh unit untuk segmen Biaya Operasi, Perbendaharaan, dan Pelaporan Keuangan. ICoFR bertujuan untuk membantu proses bisnis berjalan sesuai ketentuan mulai dari penganggaran sampai dengan penyajian Laporan Keuangan agar Laporan Keuangan akurat, bebas salah saji material, tepat waktu.
  • Pengendalian kas terpusat melalui implementasi Bank Imprest di seluruh unit pada 1 rekening bank untuk memudahkan kontrol kas pada Unit Pelaksana.
  • Dua program CSR PJB memperoleh GKPM awards 2013 kategori Gold. GKPM awards adalah penghargaan pemerintah melalui Menko Kesra kepada perusahaan dan perorangan yang telah berjasa atau berprestasi dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

 

Sumber: ptpjb.com