IEB - Indonesia Eximbank (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia)

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sekilas Indonesia Eximbank

Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) adalah lembaga keuangan khusus milik Pemerintah Republik Indonesia yang berdiri berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiyaaan Ekspor Indonesia. Indonesia Eximbank didirikan untuk melakukan Pembiayaan Ekspor Nasional (PEN) yang diberikan dalam bentuk Pembiayaan, Penjaminan, Asuransi, dan Jasa Konsultasi kepada badan usaha baik badan usaha yang berbentuk badan hukum maupun tidak berbadan hukum termasuk perorangan, baik konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah. Badan usaha yang dimaksud dapat berdomisili di dalam maupun di luar wilayah Negara Republik Indonesia.


Indonesia Eximbank yang mulai beroperasi pada tanggal 1 September 2009 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 336/KMK.06/2009 tanggal 24 Agustus 2009 tentang Penetapan Tanggal Operasionalisasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Sesuai dengan UU LPEI, modal awal Indonesia Eximbank ditetapkan paling sedikit Rp4.000.000.000.000,- (empat triliun Rupiah). Modal tersebut merupakan kekayaan negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham.

Dalam hal modal Indonesia Eximbank menjadi berkurang dari Rp4.000.000.000.000,- (empat triliun Rupiah), Pemerintah menutup kekurangan tersebut dari dana APBN berdasarkan mekanisme yang berlaku. Penambahan modal Indonesia Eximbank untuk menutup kekurangan modal ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Surplus yang diperoleh Indonesia Eximbank dalam kurun waktu 1 (satu) tahun kegiatan digunakan untuk: cadangan umum, cadangan tujuan, jasa produksi dan tantiem, serta bagian laba Pemerintah. Cadangan umum dan cadangan tujuan dialokasikan sebesar 90% (sembilan puluh persen) dari surplus sedangkan sisanya yang 10% (sepuluh persen) dialokasikan untuk jasa produksi dan tantiem serta bagian laba Pemerintah yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Dewan Direktur merupakan organ tunggal Indoneseia Eximbank. Per posisi 31 Desember 2013, komposisi Dewan Direktur Indonesia Eximbank adalah 2 (dua) orang pejabat yang berasal dari instansi atau lembaga yang membidangi fiskal dan 1 (satu)  orang pejabat yang berasal dari instansi atau lembaga yang membidangi perdagangan.

Per 31 Desember 2013, Indonesia Eximbank memiliki total 4 jaringan kantor yang terdiri dari 1 (satu) kantor pusat di Jakarta dan 3 (tiga) kantor cabang yang terletak di Medan, Surabaya, dan Makassar.

Fungsi, Tugas, dan Wewenang

Fungsi


Mendukung program ekspor nasional melalui Pembiayaan Ekspor Nasional.

Tugas

1)
Memberi bantuan dalam rangka Ekspor, dalam bentuk Pembiayaan, dalam rangka menghasilkan barang dan jasa dan/atau usaha lain yang menunjang Ekspor;
2) Menyediakan pembiayaan bagi transaksi atau proyek yang dikategorikan tidak dapat dibiayai oleh perbankan tetapi mempunyai prospek (non-bankable but feasible) untuk peningkatan ekspor nasional; dan
3) Membantu mengatasi hambatan yang dihadapi oleh Bank atau Lembaga Keuangan dalam penyediaan pembiayaan bagi Eksportir yang secara komersial cukup potensial dan / atau penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia.

Wewenang

1) Menetapkan skema Pembiayaan Ekspor Nasional;
2) Melakukan restrukturisasi Pembiayaan Ekspor Nasional;
3) Melakukan reasuransi terhadap asuransi yang dilaksanakan; dan
4) Melakukan penyertaan modal dengan persetujuan Menteri

Visi & Misi

Visi

Menjadi Eximbank yang terpercaya dan mampu mendorong peningkatan kinerja ekspor nasional melalui penyediaan Pembiayaan, Penjaminan, Asuransi, dan Jasa Konsultasi yang terencana dan berkesinambungan.

Misi

1) Membantu peningkatan dan pengembangan produk ekspor nasional yang unggul dan berdaya saing tinggi melalui pemberian pembiayaan dan penjaminan di dalam dan di luar negeri, serta penyediaan asuransi ekspor dan jasa konsultasi bagi eksportir.
2) Turut mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah untuk mengembangkan produk yang berorientasi ekspor.

 

Sumber: indonesiaeximbank.go.id