PTPN VII - PT Perkebunan Nusantara VII (Persero)

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Riwayat Singkat Perusahaan

PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) adalah salah satu  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan Indonesia.  Perseroan  berkantor  pusat  di  Bandar Lampung, Provinsi Lampung, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996 dan Akte Notaris Harun Kamil, SH No.40 tanggal 11 Maret 1996. PTPN VII (Persero) merupakan penggabungan  dari  PT  Perkebunan  X (Persero), PT Perkebunan XXXI (Persero), Proyek Pengembangan PT  Perkebunan  XI  (Persero)  di  Kabupaten  Lahat  dan Proyek Pengembangan PT Perkebunan XXIII  (Persero) di Provinsi Bengkulu.

Akte Pendirian Perusahaan oleh Notaris Harun Kamil, SH tersebut telah diubah dengan Akte Nomor  08 tanggal 11 Oktober 20 02 oleh Notaris Sri Rahayu Hadi Prasetyo, SH, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM RI dengan Surat Nomor C-20863 HT.01.04 tahun 2002 tanggal 25 Oktober 20 02. Akte pendirian tersebut di  atas  kemudian  diubah  dengan  Akte  Nomor 34 tanggal 13 Agustus 20 08, oleh Notaris Nur Muhammad Dipo  Nusantara  Pua  Upa,  SH,  dan  telah  disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia  Nomor  AHU-55963.AH.01.02.  Tahun  20 08 dan  dengan  adanya  perubahan  Pasal 11  ayat (12) yang  dituangkan  dalam  Akta  Nomor  11  tanggal 14 September  20 09,  disahkan  oleh  Menteri  Hukum  dan Hak  Azazi  Manusia  Republik  Indonesia  Nomor  AHU-AH.01.10 -18412 tanggal 22 Oktober 20 09.  Penggabungan  sejumlah  perkebunan  ke  dalam PT  Perkebunan  Nusantara  VII  memberikan  catatan sejarah  tersendiri.  Sebelum  bergabung  menjadi PT Perkebunan Nusantara VII (Persero), PT Perkebunan X  (Persero) adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang agribisnis perkebunan dengan wilayah kerja di Provinsi Lampung dan Sumatera  Selatan.  PT  Perkebunan  X (Persero)  bermula  dari sebuah  perusahaan  perkebunan  milik  Belanda  yang terletak  di  Sumatera  Selatan  dan  Lampung.  Melalui proses nasionalisasi, perkebunan tersebut diambilalih oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1957. Perusahaan ini juga telah berjalan mengikuti berbagai bentuk kebijakan pemerintah di bidang reorganisasi dan restrukturisasi  perusahaan  sebelum  akhirnya  menjadi
sebuah Perseroan Terbatas pada tahun 1980.

Perjalanan  sejarah  PT  Perkebunan  XXXI (Persero) baru  mulai  terukir  menyusul  kebijakan  pemerintah dalam pengembangan industri gula di luar Jawa pada tahun 1978. Perusahaan perkebunan ini pada awalnya merupakan proyek pengembangan PT Perkebunan XXI - XXII (Persero) yang berkantor pusat di Surabaya. Pada tahun  1989 perusahaan ini ditetapkan menjadi badan usaha  sendiri  dengan  nama  PT  Perkebunan  XXXI (Persero) dengan kantor pusat di Palembang, Sumatera Selatan.

Sementara itu Proyek Pengembangan PT Perkebunan XI (Persero) di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan yang berkantor pusat di Jakarta dan Proyek Pengembangan PT Perkebunan XXIII (Persero) Bengkulu yang berkantor pusat di Surabaya merupakan Proyek Perkebunan Inti Rakyat  sejak  tahun 1980-an.  Rentang  kendali  yang cukup  jauh  ini  menyebabkan  rendahnya  efisiensi pengelolaan proyek, selain beratnya kondisi topografi yang mengakibatkan tingginya biaya eksploitasi proyek, yang  pada  gilirannya  membuat  pengelolaan  proyek berjalan kurang optimal.

Saat ini, wilayah kerja Perseroan meliputi 3 (tiga) Provinsi yang terdiri dari 10 Unit Usaha di Provinsi Lampung, 14 Unit Usaha di Provinsi Sumatera Selatan, dan  3 Unit Usaha  di  Provinsi  Bengkulu.  Sejak  awal,  Perseroan didirikan untuk ambil bagian  dalam melaksanakan dan menunjang  kebijaksanaan  dan  Program  Pemerintah di  bidang  ekonomi  dan  Pembangunan  Nasional pada  umumnya  serta  sub-sektor  perkebunan  pada khususnya.  Ini  semua  bertujuan  untuk  menjalankan usaha  di  bidang  agribisnis  dan  agroindustri,  serta optimalisasi pemanfaatan sumberdaya Perseroan untuk menghasilkan  barang  dan/atau  jasa  yang  bermutu tinggi  dan  berdaya  saing  kuat  untuk  mendapatkan/mengejar keuntungan dalam rangka  meningkatkan nilai Perseroan melalui prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan


Visi

PT  Perkebunan Nusantara VII  (Persero) menjadi perusahaan agribisnis berbasis karet, kelapa sawit, teh dan tebu yang tangguh serta berkarakter global.

Tangguh

Memiliki daya saing yang prima, melalui peningkatan produktivitas, mutu, skala ekonomi usaha dan dukungan industri hilir.

Karakter global

Mempunyai  karakteristik  perusahaan  berkelas  dunia dengan  proses  bisnis  dan  kinerja  yang  prima  serta menghasilkan produk yang berstandar internasional.

Misi

Menjalankan  usaha  perkebunan  karet,  kelapa sawit,  teh,  dan  tebu  dengan  menggunakan teknologi  budidaya  dan  proses  pengolahan yang efektif  serta ramah lingkungan
Mengembangkan  usaha  industri  yang terintegrasi  dengan  bisnis  inti (karet,  kelapa sawit,  teh  dan  tebu)  dengan  menggunakan teknologi terbarukan.
Mengembangkan  sumber  daya  manusia  yang berbasis kompetensi.
Membangun tata kelola usaha yang efektif.
Memelihara  keseimbangan  kepentingan stakeholders  untuk  mewujudkan  daya  saing guna menumbuh-kembangkan perusahaan.

Tujuan Perusahaan

Sesuai Akte Pendirian Perusahaan, tujuan Perusahaan yang akan dicapai selama lima tahun kedepan adalah:

Melaksanakan pembangunan dan pengembangan agribisnis  sektor  perkebunan  sesuai  prinsip perusahaan  yang  sehat,  kuat  dan  tumbuh berkesinambungan  dalam  skala  usaha  yang ekonomis.
Menjadi  perusahaan yang  berkemampulabaan (profitable),  makmur (wealthy)  dan  berkelanjutan (sustainable), sehingga dapat berperan lebih jauh dalam  akselerasi  pembangunan  regional  dan nasional.

 

Sumber: ptpn7.com


Layanan - PTPN VII - PT Perkebunan Nusantara VII (Persero)

Layanan Publik - Instansi