KSBSI - Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo


Profil

Pada tanggal 22 -25 April 1992 diadakan Pertemuan Buruh Nasional di Cipayung, Bogor.Dihadiri oleh 104 aktifis LSM dan wakil buruh.Pada hari ketiga tanggal 25 April 1992, didirikanlah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia.
 
Deklarasi ini selanjutnya menandai dimulainya sebuah sejarah baru pergerakan awal serikat buruh independen di Indonesia.Banyak tantangan yang dihadapi setelah pendirian organisasi SBSI. Tantangan paling berat dating dari Pemerintah yang tidak menginginkan adanya wadah lain diluar SPSI waktu itu. Pemerintah KKN Suharto yang didukung oleh para kroni akhirya tumbang pada tahun 1998.Banyak aktivis SBSI yang dipenjara, ditahan, dan juga disiksa pada era itu. Namun tidak mengurunkan semangat untuk terus berjuang dan mempertahankan diri sebagai anggota SBSI dalam rangka ksesjahteraan anggota, buruh, dan rakyat..
SBSI kemudian melamar menjadi afiliasi Internasional dari serikat buruh internasional yang saat itu ada dua, yaitu ICFTU dan WCL.Saat itu SBSI diperebutkan oleh kedua wadah ini.Tetapi keputusan nasional SBSI saat itu tahun 1996 memilih WCL sebagai wadah afliasi internasionalnya.Sekalipun hubungan dengan ICFTU tidak berarti terputus.Terbukti kedua wadah internasional inilah yang melakukan kampanye gencar di seluruh dunia agar Indonesia meratifikasi konvensi ILO nomor 87 (kebebasan berserikat).Pada tahun 2006, ITUC dan WCL melakukan unifikasi menjadi satu wadah yang bernama International Trade Union Confederation ITUC. Ada lebih dari 9 orang Pengurus KSBSI yang sekarang mewakili menjadi pengurus Internasional yang masing masing mewakili ILO, ITUC dan Industriaall.
 
Tahun 2003 SBSI berubah menjadi konfederasi dengan 11 anggota federasi afiliasi: Garteks SBSI,Lomenik SBSI, KUI SBSI, Hukatan, Kikes, Fesdikari, FTA, Bupela, Nikeuba, FPE, Kamiparho. KSBSImemiliki 350 DPC dan 32 Korwil.Ke 11 Federasi telah juga berafiliasi ke Federasi Serikat Buruh Internasional seperti IndustriALL, ITF, IE, BWI, dll.
 
Dalam konstruksi demokrasi modern, kelembagaan serikat buruh merupakan pilar demokrasi ke empat,di luar tiga pilar lain yang sudah lebih dahulu muncul, yaitu; partai politik, pers, dan masyarakat sipil (civil society ).
 
Kehadiran serikat buruh merupakan suatu indikator ciri negara demokrasi.Negara tanpa serikat buruhdianggap timpang dan dikategorikan sebagai negara yang kurang demokratis. Perspektif ini sampai sekarang dianggap benar, setidaknya serikat buruh adalah alat distribusi perekonomian yang paling efektif dalam masyarakat industri.Di mana hak berunding secara kolektif yang di miliki Serikat buruh, seperti dalam pembuatan PerjanjianKerja Bersama (PKB), telah membuat serikat buruh menjadi sebuah lembaga paling efektif dalam distribusi.

Visi dan Misi

VISI


Berdasarkan tujuan berdirinya organisasi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar Pasal 8 :

(a) Mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan RI melalui pembangunan nasional  sebagai pengamalan Pancasila dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

(b) Menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi buruh dengan hak seperti berunding secara kolektif untuk menyatakan pendirian, pendapat, hak mengadakan perjanjian kerja bersama dan perlindungan hukum.

MISI

MISI KSBSI 4 (empat) tahun ke depan (2011-2015) sesuai dengan realitas SB/SP terkait situasi global saat ini, maka misinya adalah “Kesempatan Kerja dan Pekerjaan Yang Layak”. Misi ini menyiratkan bahwa :

» Terciptanya Lapangan Kerja di Sektor Formal.
» Terbukanya Kesempatan kerja Bagi Angkatan Kerja.
» Terwujudnya Pekerjaan Layak dengan hubungan kerja permanent, Upah
» Layak & tercakup dalam Jaminan Sosial.
» Terpenuhinya K-3 di tenpat kerja, Bebas Intimidasi dan Diskriminasi.
» Terjaminnya Kebebasan Berserikat dan Berunding Bersama.

Di mana “Kesempatan Kerja” mempunyai arti perlu didorong terciptanya lapangan kerja baru di sektor formal dan terbukanya kesempatan kerja bagi semua angkatan kerja. Sedang pekerjaan yang layak bermakna pekerjaan bersifat permanent, upah layak dan jaminan sosial layak, serta dihormati hak-hak buruh di tempat kerja.

(c) Menumbuh kembangkan rasa kebersamaan buruh dalam bidang pekerjaan serta    mewujudkan rasa persatuan sesama buruh.

(d) Mencapai kesejahteraan kaum buruh dan keluarganya dengan syarat dan kondisi kerja untuk mencapai kehidupan yang layak sesuai harkat dan martabat manusia. Untuk itu visi K-SBSI yang sesuai adalah “Buruh Sejahtera”. Kesejahteraan buruh ini hanya dapat dicapai apabila kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara berada dalam suasana demokratis, berkeadilan, terjaminnya HAM dan adanya kepastian hukum.

 

Sumber: ksbsi.org


Layanan - KSBSI - Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia

Layanan Publik - Instansi