PDKI - Perhimpunan Dokter keluarga Indonesia

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

 

Perhimpunan Dokter keluarga Indonesia (PDKI) PDKI adalah Kepanjanganya adalah “Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia” Saat ini seluruh anggotanya adalah Dokter Praktik Umum (DPU) yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Jumlah anggota yang telah mendaftar sekitar 3000 orang. Semua anggota PDKI adalah anggota IDI. PDKI merupakan organisasi profesi dokter penyelenggara pelayanan kesehatan tingkat primer"yang utama". Ciri dokter layanan primer adalah: (Goroll, 2006) Menjadi kontak pertama dengan pasien dan memberi pembinaan berkelanjutan (continuing care) Membuat diagnosis medis dan penangannnya, Membuat diagnosis psikologis dan penangannya, Memberi dukungan personal bagi setiap pasien dengan berbagai latar belakang dan berbagai stadium penyakit Mengkomunikasikan informasi tentang pencegahan, diagnosis, pengobatan, dan prognosis, dan Melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit kronik dan kecacatan melalui penilaian risiko, pendidikan kesehatan, deteksi dini penyakit, terapi preventif, dan perubahan perilaku.

Setiap dokter yang menyelenggarakan pelayanan seperti di atas dapat menjadi anggota PDKI. Anggota PDKI adalah semua dokter penyelenggara pelayanan kesehatan tingkat primer baik yang baru lulus maupun yang telah lama berpraktik sebagai Dokter Praktik Umum.

Dokter penyelenggara pelayanan kesehatan tingkat primer termasuk Dokter (Praktik Umum) yang praktik pribadi Dokter Keluarga yang praktik pribadi Dokter layanan primer lainnya termasuk: Dokter Praktik Umum yang praktik solo Dokter (praktik umum) praktik bersama Dokter perusahaan Dokter bandara Dokter pelabuhan Dokter kampus Dokter pesantren Dokter haji Dokter Puskesmas Dokter yang bekerja di unit gawat darurat Dokter yang bekerja di Poliklinik Umum RS Dokter Praktik Umum yang bekerja di bagian pelayanan khusus misalnya Unit Hemodialisis, PMI, dsb.

Kronik PDKI

1981, Juni
Terbit Majalah Dokter Keluarga pertama. Redaksi MDK yang diketua oleh dr. Biran Affandi sering mengadakan diskusi-diskusi mengenai konsep dokter keluarga.

1981, 20 Desember
Kelompok Studi Dokter Keluarga didirikan oleh 16 dokter. dr. Biran Affandi terpilih menjadi ketua KSDK yang pertama

1982, Desember
KSDK menghadiri Muktamar IDI ke XVIII di Surakarta dan memberi masukan-masukan. Hasil dari Muktamar tersebut ialah mengamanatkan PB-IDI 1982 –1985 membentuk Badan Pelaksana Dokter Keluarga yang merupakan Badan Kelengkapan IDI

1985, Desember
Dalam Muktamar IDI ke XIX di Bandung, KSDK diterima sebagai salah satu perkumpulan dokter seminat yang berada dalam naungan IDI

1987, 19 –21 November
Kongres Nasional KSDK yang pertama di Medan. Sebelumnya sudah terbentuk KSDK cabang di Medan, Padang , dan Palembang. Kepanitian Kongres dipegang oleh KSDK Medan. Dalam Konggres tersebut dr. Kartono Mohamad terpilih menjadi Ketua Umum KSDK periode 1987 – 1990

1990, 20 Oktober
Kongres Nasional ke II di Bogor. Nama KSDK berubah menjadi Kolose Dokter Keluarga Indonesia (KDKI). Dr. Azrul Azwar, MPH terpilih menjadi Ketua Umum KDKI periode 1990 – 1993

1993, 27 Oktober
Kongres Nasional KDKI ke III di Banjarmasin. Dr. Azrul Azwar,  MPH terpilih menjadi Ketua Umum periode 1993 – 1996

1996, Juni – Juli

Launching pelatihan dokter keluarga pertama. Pelatihan tersebut pada awalnya diselenggarakan di UI dan Unair.

1997, 17 – 18 Oktober
Kongres Nasional ke IV KDKI di Jakarta. Prof. DR. dr. Azrul Azwar, MPH terpilih menjadi Ketua Umum untuk periode 1997 – 2000.

1999, November – Desember
Pelatihan manajemen praktek dokter keluarga (paket A dan paket B) pertama dilakukan di 5 kota: Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya plkh

2000, 20 –23 Oktober
Kongres Nasional KDKI ke V di Yogyakarta. Prof. DR. dr. Azrul Azwar, MPH kembali terpilih menjadi Ketua Umum untuk periode 2000 – 2003

2003
Kongres Nasional di Surabaya, KDKI berubah menjadi Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia. Dalam Kongres tersebut juga dihasilkan Standar Profesi dan Standar Praktik Dokter Keluarga.

2005
PDKI bergabung ke dalam Komite Bersama Sertifikasi Dokter Indonesia yang sekarang menjadi Komite Bersama Uji Kompetensi Dokter Indonesia

2006
Kongres Nasional di Makassar, Dr. Sugito Wonodirekso terpilih sebagai Ketua baru Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia

Agustus, 2008
PDKI pertama kali memberikan gelar Dokter Keluarga kepada sejumlah dokter praktik umum yang memenuhi criteria tertentu melalui Program Konversi.

 

Sumber: pdki-arpac.or.id


Layanan - PDKI - Perhimpunan Dokter keluarga Indonesia

Layanan Publik - Instansi