ADI - Asosiasi Dosen Indonesia

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

SEJARAH DAN DASAR PEMIKIRAN

Tahun 2013 adalah perjalanan 15 tahun Asosiasi Dosen Indonesia (ADI). Dalam perspektif kelembagaan sesungguhnya belumlah cukup untuk membuktikan sebuah eksistensi. Namun ADI sejak awal didirikan pada tahun 1998 selalu berupaya meningkatkan peranannya untuk kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. ADI adalah sebuah wadah, tempat berkumpul kaum intelektual, ADI akan ikut berkembang semakin besar seiring dengan eksistensi setiap individu yang bernaung di dalamnya. Perkembangan yang konsisten ke arah yang lebih baik adalah buah dari komitmen yang dipegang bersama oleh seluruh komponen ADI. Sehingga dalam perjalanan ini ada banyak sekali upaya yang telah diwujudkan demi menjadi wadah yang terus berkembang dan berkarya dengan lebih baik.

Awal Perjalanan ADI

Organisasi ini dideklarasikan sejak  tanggal 2 Mei 1998. Beberapa tokoh intelektual negeri terjun secara langsung menproklamirkan organisasi ini,  diantaranya yaitu pendiri Prof. dr. H. Arjatmo Tjokronegoro, Ph.D., DSAnd, Drs. Zulkarnain H. Noer, MM, Ir. Martin, M.Si, Dr. Ir. Muhammad Koesmawan, MS., MBA., DBA, Dra. R. Indrajani, MSc, Dr. Ir. Ingrid Suryanti Surono, MSc, Prof. Dr. Ir. Zoeraini Djamal Irwan, MS, Prof. dr. H. Muzief Munir, DSAK, Drg. Lies Zubardiah, SP.

ADI didirikan sebagai organisasi profesi yang beranggotakan para dosen dari Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Berdirinya ADI merupakan wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap bangsa melalui jalur pendidikan formal, dalam hal ini pendidikan tinggi. Sebagai tenaga pengajar dan pendidik, dosen memilki peran strategis dan bertanggung jawab dalam mempersiapkan mahasiswanya agar memiliki kompetensi keilmuaan dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam nation and character building.

Pada tanggal 20-22 April 1999 dilaksanakanlah Kongres pertama ADI, dan terpilih Prof.Dr. Arjatmo Tjokronegoro, Ph.D. DSAnd sebagai Ketua Umum Dan Prof. Dr. Ir. Zoeraini Djamal Irwan, MS sebagai Sekretaris Umum untuk periode kepengurusan tahun 1999-2004. Saat itu ADI bersekretariat di Kantor Kopertis Wilayah III di Jalan SMAN XIV Cililitan Jakarta Timur.

Kemudian, setelah sempat tertunda selama dua tahun, kongres kedua ADI akhirnya terlaksana pada 19-21 April 2006 di Gedung BPS Jakarta. Terpilihlah Prof. Dr. Armai Arief, MA  sebagai Ketua Umum dan Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd sebagai Sekretaris Umum untuk Periode 2006 hingga saat ini.

Periode Kedua

Dimasa kepemimpinan Prof. Dr. Armai Arief dan Prof. Dr. Suyatno, Asosiasi Dosen Indonesia merupakan organisasi profesi, bersifat kepakaran dan kecendekiaan, bercirikan keilmuan, seni dan budaya, bercorak terbuka, mandiri, dan kesejawatan. Organisasi ini didirikan sebagai wadah bagi para dosen Indonesia, sehingga keberadaanya menjadi sangat penting karena mencermati keberadaan dan peran dosen yang sangat besar. Para dosen saat ini selalu dituntut untuk menjalankan tugasnya dengan baik senantiasa inovatif dalam mentransformasikan berbagai kemampuan yang ia miliki kepada mahasiswa.

Oleh karena itu, salah satu tujuan besar ADI adalah mengembangkan profesi dan dalam melaksanakan tugas dan peran strategisnya di perguruan tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut, ADI harus mampu menjadi katalisator dalam peningkatan mutu dosen dan berperan aktif dalam kegiatan pengembangan mutu pendidikan dan sumber daya manusia, serta menggalang kemitraan dengan berbagai pihak.

Hal tersebut merupakan sebuah upaya dalam rangka mencermati kecenderungan global yang kian kompetitif. Maka ADI dengan sumber daya yang dimilikinya akan terus mendorong dan meningkatkan profesionalitas para dosen Indonesia sehingga mampu mentransformasikan ilmu dan kemampuan yang ia miliki kepada para mahasiswanya dan mampu berkompetisi dengan dosen-dosen dari luar negeri.

Dalam perjalanan ADI hingga saat ini, hampir 100 kegiatan telah terlaksana. sebagai bukti keaktifan ADI sebagai organisasi yang memiliki peran starategis dalam perkembangan pendidikan di Indonesia, khususnya bagi para dosen. Setelah kongres II terlaksana di tahun 2006, ADI mengadakan audiensi dengan Wakil Presiden untuk melaporkan hasil kongres sekaligus memperkenalkan kepengurusan ADI yang baru. ADI juga terlibat dalam diskusi panel Membahas Pentingnya Pembentukan Kementrian Pendidikan Tinggi Nasional di Sekretariat Wakil Presiden pada Juni 2007.

Kegiatan yang diperuntukkan bagi pengembangan mutu dosen diantaranya, Lokakarya Nasional “Kebangkitan Pendidikan Nasional Melalui Pengembangan Etika Budaya dan Karakter Serta Refleksi Peranan Asosiasi Dosen Indonesai” dan Lokakarya Nasional “Membangun Dosen Unggulan Masa Depan” pada tahun 2008. ADI juga turut memberikan pandangan soal kepemimpinan negara dalam Dialog Capres bersama ADI dengan  Tema: “Menyoal Kepemimpinan Nasional Masa Depan Dalam Perspektif Pendidikan” pada tahun 2009.

Ketika sertifikasi dosen marak dilakukan demi peningkatan mutu, ADI mengadakan Workshop “Kiat Sukses Mengikuti Serifikasi Dosen” pada November 2009 dan Workshop “Orientasi sertifikasi dosen: sosialisasi dan upaya menuju tercapainya pengakuan profesionalisme dosen” pada tanggal 25 Januari 2010. Kegiatan lainnya yaitu Sarasehan Nasional “Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa” yang dilaksanakan di Kementerian Pendidikan Nasional pada tanggal tahun 2010, Workshop “Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Bagi Dosen di Perguruan Tinggi  (PTN dan PTS Se-Indonesia)” Desember 2010, Seminar Nasional “Pendidikan dan Pengembangan Enteprenuership di Perguruan Tinggi Berbasis Syariah” pada Desember 2011. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagai upaya menumbuhkan semangat entrepreneurship di lingkungan perguruan tinggi.

Selain mengadakan beragam kegiatan, ADI juga aktif menjadi narasumber diberbagai kegiatan pendidikan diantaranya dalam Seminar “Peranan dan Fungsi Kompetensi Dosen untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Riau” dan Pelantikan Pengurus MPW-ADI  Kepulauan Riau pada tahun 2007, Workshop Uji Publik RPP tentang Dosen di UHAMKA tahun 2007.

Tahun 2009 dapat dikatakan tahun yang cukup sibuk, ADI ikut berpartisipasi dalam banyak kegiatan seputar kebijakan pendidikan nasional, diantaranya dalam pembahasan draf standar pendidikan nasional, pembahasan draf BHP, workshop “Pengembangan profesional guru”, seminar “Menyoal guru di Indonesia”, workshop “Aktualisasi nilai-nilai luhur budaya bangsa sebagai salah satu perwujudan peningkatan integrasi bangsa” yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa DKI Jakarta, workshop “Masalah dan usaha pembangunan karakter bangsa”, di laksanakan oleh Ikatan Alumni UI, workshop “Bintek dan Sosialisai tentang Pemerintahan Desa serta Pembangunan Kesejahteraan Sosial sesuai dengan UU Nomor II tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial” pada januari 2010 dan sederet kegiatan lainya.

Selain dibidang pendidikan, ADI juga kerap terlibat dalam peranannya sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas) seperti melakukan kegiatan Lokakarya Kepemimpinan Nasional “Membangun Kemandirian Ormas dalam Memperkuat Kepemimpinan Nasional” pada September 2007, Dialog Interaktif Aktualisasi Ketahanan Nasional dan Bela Negara bagi Organisasi Masyarakat Tingkat Nasional pada tahun Seminar & Lokakarya Antisipasi Munculnya Konflik Sosial Bernuansa Agama dan Suku/Etnis di Indonesia tahun 2008, Pelatihan dan Keterampilan Pemuda (LKKP) dengan tema “Membangun Kepemimpinan Pemuda dalam Enterpreneurship yang Kreatif, Produktif, Inovatif Menuju Masyarakat yang Sejahtera, pada Desember 2009, Seminar Nasional “Pengembangan Pendidikan Etika Budaya Politik yang Santun dan Bermartabat Menuju Indonesia Berdemokrasi” pada tanggal 29 Desember 2011, Seminar Nasional“ Penanggulangan Narkoba Melalui Pendidikan, Agama dan Budaya”pada  18 Juni 2012 dan sederet kegiatan lainnya.

Sebagai lembaga intelektual yang berhulu pada perguruan tinggi, ADI juga melakukan beberapa penelitian diantaranya Penelitian mengenai demokrasi dengan tajuk “Demokrasi dalam Pendidikan; Upaya Memberikan Pemahaman Pluralisme Terhadap Peserta Didik” pada tahun 2009, penelitiaan mengenai Sekolah Luar Biasa dengan judul “Penguatan partisipasi masyarakat Terhadap Sekolah Luar Biasa” pada tahun 2008 hingga saat ini.

Hampir seratus kegiatan telah dilaksanakan, hal tersebut tak lepas dari besarnya dukungan dan kerjasama dari masing-masing pengurus MPP, MPW dan Manajemen ADI. Namun bukan berarti tugas ADI semakin ringan, tantangan ke depan akan semakin besar. Oleh karena itu eksistensi ADI diharapkan dapat terus melejit, tidak hanya di kalangan akdemisi tapi juga mampu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak baik dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat dan lain sebagainya. Semua ini dalam rangka memperluas kesempatan bagi para dosen untuk meningkatkan kualitas daya saing secara nasional maupun intenasional.

Priode Ketiga

Pelaksanaan Kongres III ADI yang bertemakan “Profesionalisme Dosen Demi Keunggulan Bangsa” ini sempat tertunda pelaksanaannya yang semula dijadwalkan di Maluku Utara (Ternate) pada bulan April 2012 yang lalu, namun baru terealisir pada tanggal 6 September 2012 bertempat di Aula Serbaguna Gedung B Universitas Internasional Batam.

Pada kegiatan kongres tersebut berjalan cukup alot dimana terdapat tiga kandidat ketua umum diantaranya Prof. Dr. Armai Arief, MA, Prof. Dr. Sumono, M,Si dan Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. Namun pada akhirnya setelah disepakati bersama oleh anggota ADI, maka terpilihlah Prof. Dr. Armai Arief, MA sebagai ketua umum priode 2012-2016

Pada priode kali ini, terjadi beberapa perubahan di AD/ART diantaranya masa priode yang semula 5 tahun, menjadi 4 tahun, perluasan kepengurusan ADI hingga cabang di masing-masing Perguruan Tinggi, pergantian susunan pengurus dll

Dengan terpilihnya kepengurusan baru priode 2012-2016, pembenahan manajemen dan program kerja begitu menjadi sorotan, sehingga diharapkan kedepanya ADI menjadi organisasi yang mampu memberikan kontribusi dan perubahan bagi pendidikan di Indonesia khususnya dan dikehidupan berbangsa pada umumnya.

Oleh karena itu mari kita secara bersama-sama membangun dan mengembangkan ADI sehingga mampu menjadi wadah yang benar-benar bermanfaat bagi para dosen Indonesia dan bagi masyarakat bangsa Indonesia pada umumnya. Sehingga dalam kepemimpinan ADI dimasa yang akan datang peranan ADI dapat lebih ditingkatkan demi mewujudkan visi ADI yaitu Menjadikan Asosiasi Dosen Indonesia sebagai organisasi yang modern dan systematic untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan meningkatkan daya saing bangsa serta berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan para dosen di Indonesia.

TUJUAN

» Mewujudkan cita-cita proklamasi, mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan kesejahteraan dan ikut menjaga perdamaian dunia melalui penguasaan, pengembangan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
» Membina dan menumbuhkembangkan kemampuan profesional dan karir dosen.
» Meningkatkan kesejahteraan anggota dan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi anggota dalam melaksanakan tugas mulianya untuk mencerdaskan dan meningkatkan kualitas kehidupan bangsa
» Memberikan perlindungan hukum dan HAM bagi dosen
    
Visi Misi

VISI

Menjadikan Asosiasi Dosen Indonesia sebagai organisasi yang modern dan systematic untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan meningkatkan daya saing bangsa. serta berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan para dosen di Indonesia

MISI

1) Menyelenggarakan kajian dan penelitian tentang persoalan-persoalan yang terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), seni dan budaya, yang bermoral, berakhlak tinggi serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa.
2) Menyelenggarakan pengembangan dan pelatihan SDM.
3) Menyelenggarakan penerbitan buku, majalah, dan jurnal ilmiah.
4) Menyelenggarakan dan mengembangkan pelatihan profesional dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
5) Menyelenggarakan perlindungan hukum dan HAM bagi Dosen

MOTTO

Membangun Kompetensi dan Mensejahterakan Dosen Indonesia

 

Sumber : adi.or.id


Layanan - ADI - Asosiasi Dosen Indonesia

Layanan Publik - Instansi