KBI - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah Perseroan

Pada awalnya perusahaan bernama PT (Persero) Kliring dan Jaminan Bursa Komoditi (KJBK) yang didirikan pada tanggal 25 Agustus 1984, dengan layanan usaha melakukan registrasi atas pasar fisik komoditas karet, kopi dan kuota tekstil. Pada tanggal 18 Juni 2001, nama perusahaan berubah menjadi PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau lebih dikenal sebutan PT KBI (Persero), sesuai dengan persetujuan dari Departemen Kehakiman dan Hak Azasi  Manusia Republik Indonesia No.C-02157ht.01.04.2001. Adapun izin usaha sementara penyelenggaraan Lembaga Kliring Berjangka, sesuai surat No.01/VII/2000 tanggal 14 Juli 2000. Dan untuk Operasional Perusahaan sebagai Lembaga Kliring Berjangka pada tanggal 15 Desember 2000, dengan kontrak berjangka yang dikliringkan dan dijamin penyelesaiannnya adalah CPO, Kopi dan Olein.

Tanggal 04 September 2001, melalui Keputusan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) No.128/BAPPEBTI/IX/2001, PT KBI (Persero) memperoleh izin usaha definitif sebagai Lembaga Kliring Berjangka dan berdasarkan Keputusan tersebut PT KBI (Persero) dapat menjalankan fungsinya yaitu Kliring dan Penjaminan, Penyelesaian atas seluruh transaksi kontrak berjangka  di Bursa yang didaftarkan oleh Anggota Kliring.

PT KBI (Persero) mendapat pengesahan perubahan anggaran dasar dari Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia No.C-28936ht.01.04 tahun 2003 tanggal 11 Nopember 2003 tentang Perluasan Jasa Layanan Perusahaan, sehingga juga dapat melayani Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa/Pasar Komoditi (Fisik) dan Sistem Resi Gudang.

Pada tanggal 18 Oktober 2004, sesuai Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No.650/MPP/KEP/10/2004 tentang Ketentuan Penyelenggaraan Pasar Lelang dengan Penyerahan Fisik Segera  (Spot) dan Penyerahan Kemudian (Forward) Komoditi Agro, PT KBI (Persero) diberi tugas untuk mengkliringkan dan melakukan penjaminan penyelesaian transaksi yang terjadi di Pasar Lelang Spot-Forward.

Berdasarkan Keputusan Kepala BAPPEBTI Np.55/BAPPEBTI/KP/I/2005 tanggal 27 Januari 2005 tentang Sistem Perdagangan Alternatif (SPA), PT KBI (Persero) mendapat tugas untuk melayani Kliring dan Penyelesaian Transaksi Atas Kontrak Berjangka Derivatif Indeks dan Mata Uang Asing.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.48, tanggal 28 Desember 2006, PT KBI (Persero)  mendapat tambahan Penyertaan Modal Negara sebesar Rp.82 miliar.

Selanjutnya PT KBI (Persero) memperoleh persetujuan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang sesuai Keputusan Kepala BAPPEBTI No.03/BAPPEBTI/Kep-SRG/SP/PUSREG/6/2009 tanggal 16 Juni 2009 tentang Persetujuan sebagai Pusat Registrasi kepada PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Sedangkan berdasarkan Surat Kepala BAPPEBTI No.644/BAPPEBTI/12/2009 tanggal 08 Desember 2009 perihal Pengelolaan Sistem Tunggal SPA , PT KBI (Persero) ditetapkan sebagai Pengelola (Administrator) Sistem Pengawasan Tunggal SPA.

Visi & Misi

VISI  KBI

yaitu :  Menjadi  perusahaan  penyedia  jasa  penjaminan untuk peningkatan transaksi  komoditas di Indonesia.

MISI  KBI

yaitu :  Perusahaan penyedia jasa layanan terbaik di Indonesia atas transaksi komoditas untuk mendukung perkembangan ekonomi nasional.

Moto & Budaya

Moto

Commitment to Progress, bahwa Pimpinan dan Pegawai senantiasa berusaha untuk memajukan perusahaan dari waktu ke waktu.

Budaya

KBI memiliki 6 (enam ) nilai-nilai luhur budaya perusahaan yaitu KBI OKE, sebagai pedoman perilaku yang menjadi acuan bagi pimpinan dan karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-hari, yaitu :

1. (Komitmen Berorganisasi)

Komitmen Berorganisasi adalah kemauan dan keterikatan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan organisasi.

2. (Bertanggung Jawab)

Bertanggung jawab adalah sikap berani menanggung segala sesuatunya atas setiap kegiatan dan tugas yang diterima berikut hasilnya. Selain itu berani mempertanggungjawabkan setiap tugas dan kewajiban, keputusan yang diambil berikut pencapaian hasil dan konsekuensinya.

3. (Integritas)

Integritas merupakan cerminan kualitas, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi, kemampuan, kejujuran dan konsistensi untuk bertindak secara etis, walaupun dalam situasi yang sulit sehingga memancarkan kewibawaan. Memiliki integritas berarti memegang teguh prinsip-prinsip etika serta kesesuaian antara perkataan dengan perbuatan secara konsisten, terukur dan terpercaya.

4. (Orientasi Kepuasan layanan pelanggan)

Keinginan/tekad yang kuat untuk memberikan layanan yang bernilai tambah kepada pelanggan : upaya untuk memahami, mengantisipasi, memenuhi dan melampaui kebutuhan pelanggan dengan cepat dan tepat, guna mencapai tingkat kepuasan pelanggan yang optimal.

5. (Kerjasama Tim)

Kerjasama Tim merupakan kegiatan atau usaha yang dilakukan beberapa orang atau lembaga secara berkelompok atau beregu untuk mencapai tujuan bersama.

6. (Evaluasi dan Perbaikan Berkesinambungan)

Evaluasi dan perbaikan layanan mutu perusahaan secara berkesinambungan yang melibatkan komitmen pimpinan dan keterlibatan seluruh insan KBI. Evaluasi dan perbaikan layanan berkesinambungan  tersebut, termasuk penyempurnaan proses dan system yang terintegrasi  dari bisnis perusahaan. Evaluasi dan perbaikan layanan berkesinambungan juga menerapkan budaya sadar risiko dalam perusahaan.

 

Sumber : ptkbi.com


Layanan Publik - Instansi