LSP LKM CERTIF - LSP Lembaga Keuangan Mikro CERTIF

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah dan Latar Belakang LSP LKM CERTIF

Upaya-upaya untuk meningkatkan penguatan BPR sangat diperlukan agar kemajuan yang dicapai dapat berlangsung secara berkesinambungan, mengingat BPR masih banyak menghadapi tantangan. Dari hasil baseline survey yang dilakukan GTZ-ProFI pada tahun 2002 diketahui bahwa salah satu kunci keberhasilan pengembangan BPR adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan profesional selain adanya regulasi yang kondusif, pengawasan yang efektif, teknologi informasi yang terkini serta modal yang memadai. Di bidang pengembangan kualitas dan profesionalisme SDM BPR, masalah yang dihadapi adalah belum tersedianya tempat pelatihan berbasis kompetensi yang tepat untuk para Direktur dan staf BPR.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan SDM BPR yang memiliki kualitas dan kemampuan profesional, Bank Indonesia bekerjasama dengan GTZ-ProFI menyusun program pelatihan berbasis kompetensi yang mampu mengantarkan pesertanya menuju yang sistematis dan berkesinambungan dengan standar kualitas yang diakui secara nasional.

Pilot proyek program Pelatihan dan Sertifikasi bagi Direktur BPR dilaksanakan mulai tahun 2002 untuk wilayah Jawa Timur dan Bali dengan sekretariat di Malang yang implementasinya dibantu oleh konsultan Bankakademie Internasional Frankfurt.

LSP LKM CERTIF yang berada dibawah Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) dibentuk berdasarkan hasil keputusan rapat Tim National Task Force (NTF) ke 9 tanggal 29 April 2004 di Surabaya, yang beranggotakan Bank Indonesia, Perbarindo, dan GTZ-ProFI serta Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI).

Peresmian implementasi program pelatihan BPR dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 12 Juli 2004 bersamaan dengan dimulainya pelaksanaan pelatihan perdana yang dilakukan di Lembaga Konsultan Perbarindo Jawa Timur di Malang.

LSP LKM CERTIF menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi Lembaga Keuangan Mikro sejak 7 April 2005 setelah memperoleh Surat Keputusan dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dengan NOMOR: KEP-77/MEN/IV/2005 dan pada tanggal 11 Mei 2006 telah mendapatkan Lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan Surat Keputusan BNSP NOMOR : KEP-20/BNSP/V/2006.

Profil LSP LKM CERTIF

Visi

Menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi yang menjamin kompetensi dan profesionalisme personil Lembaga Keuangan Mikro

Misi

1. LSP LKM CERTIF menetapkan kebijakan untuk menerapkan Pedoman BNSP  201/ISO 17024 dan Pedoman BNSP 202 secara menyeluruh tanpa pengecualian.

2. Meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) lainnya, menuju terciptanya industri BPR/LKM yang sehat, kuat, efisien, dan berkelanjutan.

3. Membangun, mengembangkan kemampuan, dan menetapkan standar kompetensi personil BPR/LKM, agar dapat meningkatkan kinerja sektoral secara menyeluruh, meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kepada masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.

Kebijakan Mutu

Menjamin kompetensi dan profesionalisme personil Lembaga Keuangan Mikro

Program-Program LSP LKM CERTIF

A. Eksternal

1. Program Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi

Setiap Direktur dan Calon Direktur BPR wajib mempunyai Sertifikat Kompetensi sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 6/22/PBI/2004 dan No. 6/23/PBI/2004 masing-masing tanggal 9 Agustus 2004. Bank Indonesia menetapkan CERTIF sebagai program yang wajib diikuti oleh Direktur BPR,  Calon Direktur BPR serta Direktur, Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah BPR Syariah.  Tujuan dari Uji Kompetensi ini adalah untuk megetahui seseorang kompeten atau belum kompeten di bidangnya. Program CERTIF berfungsi sebagai salah satu syarat untuk mengikuti fit dan proper test yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia.

Bank Indonesia mewajibkan setiap BPR harus mempunyai Sertifikat Kompetensi untuk seluruh Direktur BPR sampai dengan batasan akhir tahun 2008. Untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi, peserta diwajibkan lulus Uji Kompetensi atas modul-modul yang sudah ditetapkan. Peserta yang lulus Uji Kompetensi akan menerima Sertifikat Kompetensi yang dikeluarkan oleh LSP LKM CERTIF  sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Lembaga Keuangan Mikro yang telah  terakreditasi oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Penyelenggaraan Uji Kompetensi terpisah dari program pelatihan yang berbasis kompetensi yang diselenggarakan oleh Mitra Pelatihan. Uji Kompetensi dilaksanakan bekerja sama dengan Bank Indonesia dan tempat uji kompetensi adalah di Kantor Bank Indonesia setempat.

Persyaratan Uji Kompetensi Direksi BPR dan BPRS yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :

» Sedang menjabat Direktur BPR/BPRS.
» Siap mengikuti Uji Kompetensi pada waktu yang dijadualkan.
» Peserta yang belum menjabat sebagai Direktur BPR/BPRS tetapi telah mempunyai pengalaman kerja selama 2 tahun di BPR ataupun Bank Umum.
» Peserta Fresh Graduate  atau belum berpengalaman kerja selama 2 tahun di BPR atau Bank Umum wajib mengikuti program pendahuluan berupa pelatihan dan uji kompetensi 4 unit kompetensi dasar.

2. Memfasilitasi Pelatihan Berbasis Kompetensi

Program Uji Kompetensi yang dilaksanakan oleh LSP LKM CERTIF harus didukung oleh pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi, dimana materi pelatihannya mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Tujuan Pelatihan Berbasis Kompetensi:

1. Mengembangkan kompetensi kerja individu terhadap standar nasional.

2. Meningkatkan profesionalisme, ketrampilan dan keahlian personil dalam Lembaga Keuangan Mikro

3. Memperbaiki kompetensi angkatan kerja Indonesia secara menyeluruh  

Materi pelatihan dirancang oleh sekelompok praktisi di bidang Keuangan Mikro Indonesia dan ahli internasional dari Bankakademie International Jerman. Para pelatih yang telah diakreditasi adalah praktisi dan akademisi yang berpengalaman di bidang Keuangan Mikro dan telah dilatih serta telah lulus Uji Kompetensi metodologi, penguasaan materi dan praktek penyampaian modul.

B. Internal

1. Training Of Trainers (ToT)

TOT bertujuan mempersiapkan pelatih (fasilitator) yang memenuhi standar untuk terakreditasi (diberikan Sertifikat Akreditasi Fasilitator) dan mampu melaksanakan penyampaian materi pelatihan kepada peserta pelatihan secara baik dan berkualitas. Calon fasilitator diseleksi dari para praktisi BPR dan akademisi yang berpengalaman di bidang Keuangan Mikro.

Untuk dapat lulus TOT, peserta harus lulus Uji Kompetensi metodologi, penguasaan materi pelatihan dan praktek penyampaian modul (delivery). Selanjutnya untuk memperoleh akreditasi (Sertifikat Akreditasi Fasilitator), fasilitator mendelivery  modul yang dikuasai minimal 2 kali dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Mitra Penyelenggara Pelatihan, dengan nilai minimal 70% atau rating 3,5 dengan range antara 1 - 5. Setiap penugasan pelatih oleh Mitra Penyelenggara Pelatihan harus memperoleh persetujuan dari LSP LKM CERTIF.

2. Test Question Conference  (TQC)

Suatu kegiatan yang diikuti oleh para peserta ahli yang merupakan perwakilan dari Stakeholder (Dewan Sertifikasi) diantaranya para peserta ahli dalam penulisan Materi Uji Kompetensi. Tujuan utama diselenggarakannya Test Question Conference adalah menguji coba, membahas, mengevaluasi dan menetapkan pertanyaan-pertanyaan Uji Kompetensi yang berkualitas serta sesuai dengan standar Uji Kompetensi profesi.           

Agenda Test Question Conference terdiri dari:

» Uji Coba Materi Uji Kompetens, berguna  untuk  menguji  tingkat  kesulitan  pertanyaan  Uji  Kompetensi  yang tercermin dari record  yang diperoleh peserta secara tim.

» Pembahasan Materi Uji Kompetensi bertujuan untuk mempertimbangkan setiap materi Uji Kompetensi dari segi orientasi dan katalog keahlian dan kompetensi apakah bisa diterima tanpa revisi atau diterima dengan revisi atau digugurkan karena beberapa faktor yang kurang layak baik dalam materi, jawaban maupun tata bahasanya.

» Hasil pembahasan Materi Uji Kompetensi setelah direvisi akan di masukkan ke dalam bank soal. Kemudian dari bank soal baru di turunkan sebagai Materi Uji Kompetensi (MUK) sesuai batas-batas parameter yang telah distandardisasikan.

 

Sumber: certif.or.id


Layanan - LSP LKM CERTIF - LSP Lembaga Keuangan Mikro CERTIF

Layanan Publik - Instansi