ASTTI - Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah Pendirian

Didirikan berdasarkan dan didorong oleh keinginan yang luhur untuk menghimpun, membina dan mengembangkan potensi dan daya kreasi daripada segenap Tenaga Teknik Indonesia dalam rangka mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan makmur didalam wadah negara kesatuan republik Indonesia”

ASOSIASI TENAGA TEKNIK INDONESIA (ASTTI) didirikan pada tanggal 31 Oktober 2003 di kota Bandung Provinsi Jawa Barat dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia.

Berazaskan PANCASILA dan berlandaskan pada ketentuan undang-undang dasar republik indonesia serta seluruh peratuan dan perundang-undangan yang berlaku didalam wilayah indonesia.

Sejak disahkannya undang-undang nomor 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi yang diikuti dengan terbitnya peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2000 tentang usaha dan peran serta masyarakat jasa konstruksi, peraturan pemerintah nomor 29 tahun 2000 tentang penyelenggaraan jasa konstruksi, dan peraturan pemerintah nomor 30 tahun 2000 tentang pnyelenggaraan pembinaan jasa konstruksi, maka pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia dibidang jasa konstruksi dapat ditingkatkan dan diarahkan menurut ke-khasan bidang/lingkup kompetensi keahliannya.

Standar kompetensi ahli/terampil tenaga pelaksana jasa konstruksi digunakan sebagai acuan bagi setiap orang yang bermaksud untuk memperoleh sertifikat, dimana bersangkutan akan diakui kompetensinya dibidang keteknikan sesuai dengan keahlian dan keterampilannya standar kelayakan menjadi pedoman bagi asosia tenaga teknik indonesia (ASTTI) dalam rangka melakukan proses sertifikasi bagi para anggotanya.

visi misi

Visi & Misi

» Membina dan mengembangkan potensi dan daya kreasi anggota
» Menyalurkan aspirasi anggota
» Melindungi kepentingan anggota
» Memajukan masyarakat Jasa Konstruksi Indonesia

Aspek Legal

1. AKTA PENDIRIAN

» Notaris No. 36 tahun 2002

2. LANDASAN HUKUM
       
» UU No.18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
» PP No. 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Dalam Pengembangan Jasa Konstruksi
» Peraturan LPJK terkait

3. AKREDITASI
       
» No. 127/KPTS/LPJK/D/XII/2005 untuk sertifikasi keahlian (SKA)
» No. 89/KPTS/LPJK/D/VI/2006 untuk sertifikat keterampilan kerja (SKT)

Kegiatan Organisasi

Kualitas Tenaga Teknik merupakan factor yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas fisik proyek konstruksi. Sertifikasi Tenaga Teknik oleh Badan Sertifikasi semacam ASTTI adalah upaya pembinaan anggota dan pengendalian tenaga teknik pada Badan Usaha konstruksi agar memiliki standar kompetensi sesuai dengan yang ditentukan (SKKNI), merupakan persyaratan wajib bagi operasional Badan Usaha yang dikenakan pada Penanggung Jawab Teknik (PJT)nya. Payung Hukum dalam melaksanakan sertifikasi adalah dan PP 28 th. 2000 tentang Usaha dan Peran Serta Masyarakat Jasa Konstruksi sebagai implementasi dari UU Jasa Konstruksi No.18 th. 1999, landasan operasional ASTTI diperoleh melalui penetapan Akreditasi oleh LPJK. Hingga sekarang tercatat hampir 38.000 tenaga teknik tersebar di 27 propinsi tergabung sebagai anggota di DPD ASTTI terkait dan telah memperoleh sertifikat ASTTI, berupa Sertifikat tenaga terampil (SKTK) dan Sertifikat tenaga Ahli (SKA). Berdasarkan jumlah anggotanya ASTTI merupakan asosiasi terbesar dibanding organisasi sejenis lainnya di Indonesia yang pada saat ini mencapai 25 Badan Sertifikasi.

 

Sumber: astti.or.id


Layanan Publik - Instansi