ADGI - Asosiasi Desainer Grafis Indonesia

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah

Desain grafis di Indonesia relatif sebuah profesi baru meskipun telah ada selama sekitar 40 tahun. Sebelum terminologi "desain grafis" dikenal di Indonesia pada sekitar tahun 1970, desain grafis dikenal sebagai periklanan, karena pada waktu itu, desain grafis adalah bagian dari iklan. Berkat dua sekolah seni, ITB dan STSRI Asri yang memisahkan jurusan Seni Rupa ke Desain Komunikasi Visual, desain grafis menjadi dikenal sebagai profesi dan industri ini telah berkembang sejak itu.

Pada bulan Juni 1980, pameran pertama desain grafis diadakan, dengan misi untuk memperkenalkan profesi desain grafis untuk publik. Acara "Desain Grafis Hanny, Gauri, Didit" Pameran tercatat sebagai pameran pertama dalam sejarah Indonesia.

Asosiasi desain yang pertama di Indonesia, IPGI (Ikatan Perancang Grafis Indonesia) dibentuk pada September 1980 untuk menyatakan keberadaan kita sehingga pasar akan menghargai industri ini. IPGI membuat gerakan yang kuat pada bulan Februari 1988, bekerja sama dengan JAGDA (Japan Graphic Designer Association), menciptakan pameran di 3 kota, Jakarta, Bandung dan Jogja. Pada 7 Mei 1994 IPGI mengadakan kongres pertamanya di Jakarta Design Center yang membuahkan pergantian nama organisasi ini menjadi ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia).

Dengan perkembangan industri yang bergerak dinamis, permintaan pasar juga meningkat dan teknologi bertumbuh pesat sehingga semakin banyak perusahaan desain grafis bermunculan. Pada tahun 1998, dengan menurunnya ekonomi mengakibatkan banyak perusahaan yang bangkrut. Komunitas desain grafis menjadi vakum, dan di tengah-tengah ini, FDGI (Desain Grafis Indonesia Forum) dibentuk. FDGI mengisi kekosongan dengan banyak kegiatan, termasuknya "Melihat Damai Indonesia" pameran poster, di tahun 2003, dan pameran poster dengan skala internasional "Harapan Cahaya untuk Indonesia", di tahun 2005.

Dalam acara yang sama, FDGI memanggil semua desainer grafis untuk bersatu, yang menghasilkan sebuah memorandum untuk direvitalisasi ADGI dengan visi baru untuk menjadi asosiasi desainer grafis yang bereputasi dan memiliki kredibilitas dalam melindungi, melayani serta memajukan karir dan usaha para anggotanya. Adgi (mengubah cara membaca dari akronim dari ADGI satu kalimat, Adgi) juga menggelar berbagai acara, seperti "Ledakan Grafis, Nasionalisme Indonesia dalam Desain Komunikasi Visual" pameran pada tahun 2006, "One Globe, One Flag" pada tahun 2007 pameran , dan "Adgi Indonesia Desain Celebration" di tahun 2010.

Hari ini, Adgi semakin bertumbuh. Dinamika industri dan politik di Indonesia menggerakkan Adgi untuk mengambil peran reaktif dalam mengembangkan kebijakan dan program bermanfaat bagi anggotanya. Pada tahun 2012, Departemen Indonesia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif muncul. Indonesia saat ini merupakan satu-satunya negara yang memiliki departemen menteri terutama untuk ekonomi kreatif. Cetak biru pertama untuk pengembangan ekonomi kreatif yang digagas pada tahun 2009 oleh Departemen Perdagangan, dan Desain Grafis dalam Desain Sub-Sektor, bersama-sama dengan Desain Industri dan Desain Interior. Baru-baru ini, Juni 2014, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencoba untuk membuat cetak biru baru, dengan tetap saja menjadi bagian dari Desain Sub-Sektor tapi kali ini bersama-sama dengan produk dan Desain Interior. Tahun 2015, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berubah menjadi Kementrian Pariwisata, dan terbentuklah badan khusus, Badan Ekonomi Kreatif.

Kurangnya pemerintah pemahaman tentang apa itu desain grafis mencegah industri ini untuk memberikan kontribusi yang berarti. 2014, tantangan muncul saat kita memasuki periode baru dari rezim baru dalam pemerintahan, membawa harapan tinggi dari pandangan baru pada ekonomi kreatif, peran Adgi lebih penting daripada sebelumnya.

Visi Misi

Menjadi asosiasi desainer grafis yang bereputasi dan memiliki kredibilitas dalam melindungi, melayani serta memajukan karir dan usaha para anggotanya.

 

Sumber : adgi.or.id


Layanan - ADGI - Asosiasi Desainer Grafis Indonesia

Layanan Publik - Instansi