AKRINDO - Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah

Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia sebagai wadah gerakan koperasi di bidang usaha ritel atau biasa disebut swalayan (pertokoan modern). Didirikan pada bulan Maret tahun 2010 atas inisiatif tokoh-tokoh koperasi di sektor ritel dan difasilitasi oleh Dinas Koperasi & UMKM Provinsi Jawa Timur. Sebagai Asosiasi Koperasi Ritel yang pertama di Indonesia serta telah berbadan hukum dengan Nomor 69/BH/III/201.

Berdasarkan survey, potensi koperasi di Jawa Timur yang bergerak di sektor ritel tidak kurang dari 40% dari jumlah koperasi yang ada, atau kurang lebih 7.730 koperasi yang mempunyai usaha di sektor ritel. Kondisi ini menunjukkan betapa besarnya kekuatan koperasi baik dari segi jumlah anggota, penyebaran wilayah, dan potensi pasar yang sama sekali belum tersentuh secara maksimal terutama oleh pelaku koperasi ritel itu sendiri. Maka hadirnya asosiasi ini adalah merupakan jawaban atas permasalahan kondisi tersebut di atas.

AKRINDO hadir dengan visi menjadi partner dan fasilitator koperasi ritel menuju koperasi ritel yang berdaya saing dan dicintai pelanggan, serta dengan misi : meningkatkan pelayanan anggota melalui perbaikan manajemen ritel modern, meningkatkan omzet penjualan melalui jaringan usaha bersama, meningkatkan peran serta koperasi ritel dalam pembangunan ekonomi di daerah bersama stake holders sebagai mitra strategis.

LATAR BELAKANG

1. Faktor Intern Jumlah Koperasi Ritel di Jawa Timur cukup besar +/- 7.000 unit dan tersebar sampai dipelosok kecamatan/desa namun belum di apresiasi masyarakat secara positip yang disebabkan oleh :

  • Pengelolaan masih dilakukan secara tradisional.
  • Belum memenuhi kebutuhan anggota karena belum memiliki jejaring dengan pemasok utama & principal,
  • Harga tidak bersaing,
  • Pasokan barang tidak kontinyu,
  • Tidak memiliki brand identity,
  • Belum memiliki system yang mendukung pelayanan yang SMART.

2. Faktor Eekstern

  1. Budaya belanja masyarakat telah bergeser pada level convennience (kenyamanan) menuntut perubahan layanan dari peritel koperasi.
  2. Pertumbuhan ritel modern rata-rata setiap tahun sebesar 18 % dan telah masuk wilayah desa/kelurahan dapat berpotensi membunuh bisnis ritel Koperasi.
  3. Potensi dan daya beli masyarakat yang terus berkembang masih terbuka bagi peritel koperasi meraih margin

Visi Misi

Visi & Misi Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia (AKRINDO)

Visi:

Menjadi Partner Dan Fasilitator Koperasi Ritel Menuju Ritel Modern Yang Berdaya Saing Dan Dicintai Pelanggan

Misi:

1. Meningkatkan pelayanan kepada anggota melalui perbaikan manajemen ritel modern.

2. Meningkatkan omzet penjualan anggota melalui pengembangan jaringan usaha bersama mitra bisnis.

3. Meningkatkan peran serta koperasi ritel dalam pembangunan ekonomi daerah bersama stake holders sebagai mitra strategis.

Visi Misi dibentuknya AKRI, dari segi politik ekonomi, mewakili kepentingan koperasi ritel urusan memperjuangkan hak dan kewajiban koperasi ritel dalam berinteraksi dengan pemerintah, kompetitor dan lembaga strategis lainnya. Secara bisnis, memfasilitasi dan menjadi mediator dalam bermitra dengan para pemasok (distributor utama) untuk mendapatkan barang berkualitas, harga bersaing, kontinyuitas pasokan dan mengurangi biaya promosi. Dan secara pembinaan, sebagai mitra strategis bagi instansi yang membidangi koperasi dalam pemberdayaan koperasi ritel.

 

Sumber: akrindo.com


Layanan - AKRINDO - Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia

Layanan Publik - Instansi