HATHI - Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Profil

Untuk tercapai kemajuan dan kesejahteraan Masyarakat Indonesia, maka perlu suatu upaya pemanfaatan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Dalam mengantisipasi masa depan yang masih penuh tantangan, maka tak ada pilihan lain yang lebih baik, kecuali menyiapkan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang mampu menguasai dan memanfaatkan ilmu tersebut.

Mengingat betapa pentingnya peran sumber daya air bagi kehidupan, maka sudah selayaknya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya Teknik Hidro atau Teknik Keairan perlu diupayakan berkembang secara tepat guna untuk kepentingan dan peningkatan kemakmuran masyarakat.

Menyadari akan rasa tanggung jawab yang dipikulnya; maka para ahli teknik hidro bertekad untuk secara bersama menyumbangkan keahlian melalui perkumpulan yang dinamakan “Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia” disingkat HATHI, yang didirikan pada tanggal 20 Januari 1981.

Melalui organisasi ini, diharapkan dapat semakin memantapkan upaya dalam mengembangkan, memanfaatkan dan menyebar luaskan ilmu; khususnya dibidang teknik hidro; melalui kegiatan pendidikan, training, seminar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan sistem yang lebih terpadu dan  saling mengisi  satu sama lain.

Dalam rangka menyongsong era globalisasi dan perdagangan bebas yang sudah mulai berjalan; dengan ditandai dengan arus informasi dan komunikasi tanpa mengenal batas negara; setiap organisasi profesi harus lebih proaktif terhadap perubahan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan. Karena hal tersebut telah terbukti peranannya sebagai penggerak pembangunan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tatanan masyarakat baru dalam mengangkat harkat dan martabat manusia.

Sejarah HATHI

Adalah dimasa-masa bulan terakhir tahun 1980-an Ir. Moch. Memed, Dipl.HE. mengemukakan gagasan tentang perlunya suatu wadah organisasi profesi ahli teknik hidraulik kepada Ir. Mardjono Notodihardjo dan Ir. Martono Martodiputro (alm) dan disambut positif oleh kedua orang tokoh tersebut. Gagasan ini ditindak lanjuti dengan pertemuan di Direktorat Penyelidikan Masalah Air (DPMA) Bandung. Pertemuan pertama dihadiri oleh beberapa orang tenaga ahli teknik hidraulik yaitu antara lain Moch Memed, Mardjono Notodihardjo, Martono Martodiputro, Dedi Tjahyadi, Sadeli Wiramihardja, Maman Gantina, Suherman(alm), Husni Sabar, dan Soenarno. Pada pertemuan berikutnya peserta pertemuan bertambah dengan Erman Mawardi, Djaya Murni Warga Dalam, Sugandar Sumawiganda, Soelastri Djennoedin, R.F.C. Ratulangi, Mulyana W, Apun Affandi, Joesron Loebis, dan Sukandar.

Untuk mematangkan kelahiran organisasi profesi ini maka direncanakanlah konsep Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta lambang organisasi yang diminta kepada peserta rapat. Apun Affandi dengan timnya dapat menyelesaikan konsep Anggaran Dasar ini dalam waktu cepat. Sedangkan Anggaran Rumah Tangga belum sempurna dan belum dapat diselesaikan. Dan Mulyana W dapat pula membuat lambang organisasi dalam waktu yang sangat singkat yang diilhami oleh lambang perguruan tinggi AIT Bangkok.

Pada tanggal 20 Januari 1981, beriringan dengan meletus dengan dasyatnya Gunung Galunggung dan pada pertemuan yang kesekian kalinya di DPMA Bandung, dideklarasikanlah berdirinya organisasi profesi Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia disingkat dengan HATHI dan dalam bahasa Inggrisnya ditulis Indonesian Association of Hydraulic Engineers atau IAHE.

Untuk pertama kalinya Anggaran Dasar dan pengurus pusat serta program kerja disahkan dalam pertemuan pengurus tanggal 20 Januari 1981 ini. Terdapat lima kelompok kerja dalam kepengurusan pusat ini yaitu Kelompok Kerja Konsolidasi Organisasi, Kelompok Kerja Kongres, Kelompok Kerja Jurnal, Kelompok Kerja Komunikasi Ilmiah yang kemudian hari dikenal dengan nama Pertemuan Ilmiah Tahunan seperti ini dikemukakan oleh Supardiyono. Dan Kelompok Kerja Penyelenggaraan Komunikasi dengan badan Nasional dan Internasional.

Penerbitan jurnal sebagai media untuk menyebar luaskan informasi hasil penelitian, penemuan baru, gagasan, konsep, buah pikiran dari para ahli teknik hidraulik yang dipercayakan kepada Erman Mawardi dapat diwujudkan menjadi Jurnal Teknik Hidraulik pada tahun 1986. Selanjutnya sejarah perkembangan Jurnal Teknik Hidraulik ini ditulis tersendiri.

Kelompok Kerja Kongres menjadwalkan terselenggaranya kongres pertama pada bulan Mei 1983 dengan tiga acara pokok yaitu Pemilihan Pengurus Pusat, Penetapan AD/ART, dan Menyusun Program Kerja. Selain ini juga untuk memperkenalkan dan mempopulerkan HATHI, serta memantapkan organisasi.
Sekretariat HATHI pada waktu diumumkan ini ditetapkan di Bandung yaitu di DPMA, Jl. Ir. H. Juanda 193. Sedangkan tempat kongres pertama, disahkan pula di Bandung.

Kongres Pertama HATHI diselenggarakan tanggal 23 – 25 Mei 1983 di Gedung Balai Pertemuan ITB Jl. Surapati No. 1 Bandung dengan Ketua Panitia Ir. Maman Gantina, Dipl.HE.. Tema Kongres I ini ialah Pengembangan Teknik Hidraulik Dalam Pembangunan. Peragaan kegiatan Konsultan Teknik diselenggarakan di dan oleh Konsultan Isuda Parama Bandung. Peserta Kongres berdatangan dari segenap penjuru tanah air dari Aceh sampai dengan Maluku. Tercatat tidak kurang dari 298 orang peserta yang menghadiri kongres ini. Dalam pembukaan Kongres ini telah memberikan kata sambutannya yaitu Ketua HATHI, Rektor ITB, Gubernur KDH Tk. I Jawa Barat dan pidato pengarahan dari Menteri PU Ir. Suyono Sosrodarsono.

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga HATHI hasil kongres ini kemudian disahkan dengan akte Notaris Obing C. Adikusumah SH, No. 10 tanggal 16 Pebruari 1985. Kemudian mendapat persetujuan Menteri Kehakiman tanggal 7 Januari 1986 No. C2-80    HT.01.03 th 86, dan Akte ini telah didaftarkan di Kantor Panitera Pengadilan Negeri di Bandung pada hari Rabu, tanggal 12 Februari 1986.

Pengurus Pusat hasil Kongres I ini  tersusun sbb :  Ketua Umum Ir. Mardjono Notodihardjo, Ketua I  Ir. Husni Sabar Dipl.HE.,  Ketua II Ir. Martono Martodiputro, Ketua III Ir. Sadeli Wiramihardja, Sekretaris Ir. Moch. Memed, Dipl.HE. dan Bendahara Ir. Soeherman, Dipl.AIT, dilengkapi dengan Komisaris dan Kelompok  kerja.

Seiring dengan perkembangan waktu maka dibentuk dan dilantiklah cabang HATHI, pada waktu itu Cabang Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Malang.  Sekarang telah berkembang menjadi  26 Cabang di Indonesia.

Sekalipun waktu kongres ini belum disertai dengan Pertemuan Ilmiah tetapi telah dikemukakan beberapa makalah ilmiah antara lain bidang science, bidang desain, bidang konstruksi, dan bidang operasi dan pemeliharaan. Pertemuan Ilmiah Tahunan Pertama dimulai di Jakarta tanggal 22-24 Mei 1984, setahun setelah Kongres I. PIT I sampai dengan PIT III selalu dilakukan pada bulan Mei. Selanjutnya dari PIT IV dan seterusnya bergeser ke bulan September, Oktober dan Desember. Tema, waktu dan tempat PIT yang dapat terselenggara tanpa absen ini dapat dilihat pada lampiran tersendiri.

Banyak yang telah diperbuat oleh HATHI dalam masa duapuluh tahun ini untuk kepentingan kemajuan ilmu teknik hidraulik dalam menunjang pembangunan nasional. Tetapi masih banyak pula yang belum kita kerjakan  karena keterbatasan kita.  Namun kita bertekad berbuat yang terbaik bagi kepentingan bangsa dan negara berlandaskan ridhoNya yang Maha Punya Ilmu.

Visi & Misi

Visi Perhimpunan adalah :

Terwujudnya penerapan Teknik Keairan secara baik dan benar  dalam pengelolaan Sumber Daya Air untuk kesejahteran  masyarakat.

Misi Perhimpunan adalah :

  1. Mendorong pengembangan Teknik Keairan.
  2. Meningkatkan profesionalisme para ahli Teknik Keairan.
  3. Membina komunikasi antar para ahli
  4. Membina penerapan Teknik Keairan untuk kesejahteraan masyarakat

TUJUAN

Maksud dan Tujuan Perhimpunan :

  1. Menghimpun dan mempererat hubungan antara para Ahli Teknik Keairan Indonesia khususnya dan para Ahli Teknik Keairan dunia umumnya.
  2. Membantu Anggota dalam mempergunakan keahliannya secara baik.
  3. Meningkatkan mutu keahlian dan tanggung jawab para Ahli Teknik Keairan Indonesia dalam menjalankan tugasnya.
  4. Ikut serta mengupayakan tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan Masyarakat Indonesia dengan mengelola Sumber Daya Air.
  5. Ikut serta mengembangkan dan memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada umumnya serta Ilmu Teknik Keairan pada khususnya bagi kemakmuran Masyarakat.

 

Sumber : hathi-pusat.org


Layanan - HATHI - Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia

Layanan Publik - Instansi