TDA - Tangan Di Atas Komunitas

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Profil Komunitas TDA

Mencapai kesuksesan di usia muda adalah harapan setiap para remaja. Bukan sesuatu yang mustahil direalisasikan, ketika diimbangi dengan plan dan activity yang disiplin. Namun kesuksesan di usia muda, akan jauh dari target yang diharapkan, ketika seseorang masih dengan santai berada dalam zona nyaman kehidupan. Berpikir out of the box akan membuat pemuda sukses melahirkan berbagai inovasi dan karya.

Seperti yang dilakukan, Gerardus Michael, remaja berusia 21 tahun, yang keluar dari zona nyamannya, dengan memberanikan diri membuka bisnis air minum dalam kemasan.

“Bisnis air minum dalam kemasan ini kita melihat sedang booming, akhirnya kita punya resources yang pas dan kita buka,” ujar Gerardus Michael, dikutip dari detikFinance. Gerardus yang kini berstatus Mahasiswa tingkat akhir Universitas Prasetya Mulya ini mengungkapkan, air minum yang diproduksinya aman dan sehat.

“Tingkat keasaman sudah sesuai dengan standar mineral water. Pastinya sehat, karena air ini langsung dari mata air yang ada di Bogor. Iya, kita bekerja sama dengan dengan perusahaan air minum lokal,” tambahnya.

Berserta keempat temannya, Gerardus Michael memilih “Oz” sebagai merek dagang dari air minum kemasannya. Dalam satu hari, pabrik air minumnya mampu menghasilkan 5.000 botol sedang, dan 600-700 galon air kemasan.

Untuk saat ini, Gerardus Michael masih menjual air kemasan dalam dua varian. Botol tanggung 600ml, dan kemasan galon. Dalam urusan standarisasi produk (SNI) produknya belum memiliki label SNI, sehingga pemasaran produk air minum kemasannya terbatas.

“Respons pasar positif. Omzetnya masih sedikit baru jalan 3 minggu. Pasarnya masih base on cafe sama masuk ke tempat fitnes di daerah Tangerang, dan ada juga yang sudah mulai masuk ke Kemang. ” katanya.

Saat ditanyakan berapa modal awal yang ia dan rekannya keluarkan dalam memulai bisnis ini, Gerardus Michael menjawabnya di kisaran Rp 700-900 juta. Tertarik bermain di indutri air minum kemasan? Mungkin pemuda 21 tahun ini bisa menjadi salah satu inspirasi.

Sejarah Komunitas TDA

Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA) adalah sebuah komunitas bergabungnya para wirausahawan Indonesia yang didirikan pada Januari 2006 oleh Badroni Yuzirman dan 7 pengusaha lainnya. TDA mempunyai visi membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban. Sampai 2013 telah bergabung tidak kurang dari 15.000 member di TDA dan diantaranya terdapat sekitar 4.000 member terdaftar. Sampai tahun 2013, TDA telah hadir di 50 kota di seluruh Indonesia dan di 4 negara yaitu TDA Hongkong, TDA Mesir, TDA Singapura dan TDA Australia.

Dewan Pendiri TDA sesuai yang tertulis di AD/ART dan sekaligus orang orang yang menandatangani Akta Notaris Pendirian, yaitu:

1. Haji Nuzli Arismal (lebih dikenal dengan panggilan Haji Alay)

2. Badroni Yuzirman

3. Iim Rusyamsi

4. Agus Ali

5. Hasan Basri

6. Hertanto Widodo

7. Abdul Rahman Hantiar

Visi

Membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban

Misi

  • Menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan.
  • Membentuk 10.000 pengusaha miliader yang tangguh dan sukses sampai tahun 2018.
  • Menciptakan sinerji diantara sesama anggota & antara anggota dengan pihak lain, berlandaskan prinsip high trust community.
  • Menumbuhkan jiwa sosial & berbagi di antara anggota.
  • Menciptakan pusat sumber daya bisnis berbasis teknologi.

NILAI-NILAI TDA

1. Silaturahim
(Saling mendukung, Sinergi, Komunikasi, Kerja sama, Berbaiksangka, Teamwork, Sukses Bersama)

2. Integritas
(Kejujuran, Transparansi, Amanah, Win-win, Komitmen, Tanggungjawab, Adil)

3. Berpikiran Terbuka
(Continuous Learning, Continuous Improvement, Kreatif, Inovatif)

4. Berorientasi Tindakan
(Semangat solutif, Konsisten, Persisten, Berpikir dan bertindak positif, Give and Take, Mindset Keberlimpahan)

5. Fun
(Menjaga keseimbangan dalam hidup)

 

Sumber: tangandiatas.com


Layanan Publik - Instansi