BPK Banjarbaru - Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah

1984
Dibentuklah Balai Teknologi Reboisasi Banjarbaru (BTR Banjarbaru) untuk mewadahi proyek ATA-267 kerjasama Indonesia-Finlandia, melalui SK Menteri Kehutanan Nomor : 099 / Kpts-II/1984 yang bertanggungjawab kepada Dirjen Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan.

1991
Mengingat Kegiatan BTR Banjarbaru mengarah pada ujicoba dan riset (penelitian), maka melalui SK Menteri Kehutanan Nomor : 169 / Kpts-II/1991, dialihkan menjadi UPT dari Badan Litbang.

2002
Untuk peningkatan kinerja, diadakan reorganisasi melalui SK Menteri Kehutanan Nomor : 6185 / Kpts-II/2002,tanggal 10 Juni 2002 dan berubah namanya menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman Indonesia Bagian Timur (BP2HTIBT).

2003
Kembali di reorganisasi melalui SK Menteri Kehutanan Nomor : 411 / Kpts-II/2003, tanggal 9 Desember 2003

2006
BP2HTIBT berubah menjadi Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru (BPK Banjarbaru) melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.33/Menhut-II/2006.

2011
Terakhir kembali di reorganisasi dengan adanya perubahan dari seksi-seksi yang ada di BPK Banjarbaru melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.35/Menhut-II/2011

Visi & Misi

Visi

“Terdepan Dalam  Penyediaan dan Pemasyarakatan Iptek Pengelolaan Hutan ”.

Misi

Bertolak dari visi Balai tersebut maka misi yang akan ditempuh adalah sebagai berikut:

  1. Menyediakan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil penelitian, pengembangan dan perekayasaan di bidang pengelolaan hutan.
  2. Meningkatkan perencanaan, dan evaluasi hasil litbang, SDM, kerjasama, sarana prasarana litbang pengelolaan hutan
  3. Meningkatkan sistem informasi, diseminasi dan kemanfaatan hasil-hasil litbang dan perekayasaan pengelolaan hutan.

Tujuan

Sesuai dengan misi di atas, maka  tujuan untuk setiap misi adalah sbb :

  1. Menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi  pengelolaan hutan .
  2. Menguatkan sistem perencanaan  yang mantap dan monev yang komprehensif, meningkatkan kerjasama, mewujudkan pelayanan dan sarana prasarana yang mendukung , litbang hutan.
  3. Meningkatkan diseminasi, pemasyarakatan dan kemanfaatan penerapan hasil-hasil litbang

Sasaran Strategis

Berdasarkan masing-masing tujuan, sasaran strategis Balai adalah sebagai berikut:

  • Menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi  pengelolaan hutan

Sasaran: Tercapainya 100 % luaran ilmu pengetahuan dan teknologi pengelolaan hutan. Tercapainya minimal 60 % hasil litbang dimanfaatkan oleh pengguna, berupa informasi ilmiah, model dan paket teknologi.

  • Menguatkan sistem perencanaan  yang mantap dan monev yang komprehensif, meningkatkan kerjasama, mewujudkan pelayanan dan sarana prasarana yang mendukung litbang pengelolaan hutan.

Sasaran: terselenggaranya perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pelaporan, kerjasama dan optimalnya dukungan kelembagaan, pendanaan, SDM, pelayanan dan sarana prasarana penelitian.

  • Meningkatkan diseminasi , pemasyarakatan dan kemanfaatan penerapan hasil-hasil litbang.

Sasaran: Terlaksananya 100 % luaran paket Iptek pengelolaan hutan  melalui pemasyarakatan hasil litbang secara proaktif melalui advis teknologi, pelayanan iptek, seminar/ ekspose/symposium, temu lapang, gelar teknologi, alih teknologi dan pameran.

 

Sumber: foreibanjarbaru.or.id


Layanan - BPK Banjarbaru - Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru

Layanan Publik - Instansi