BPOL - Balai Penelitian dan Observasi Laut

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

SEJARAH BPOL

Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL) berlokasi di Perancak, Jembrana, Bali. Pemilihan lokasi ini sebagai center of excellent kelautan Idonesia karena letak geografis yang berada di tengah Indonesia dan memiliki lahan yang luas sehingga memungkinkan ketersediaan lahan apabila pembangunan fisik terus berlanjut. Kondisi alam yang masih terjaga dan berdekatan dengan muara dan laut (Samudera Hindia) menjadikan lokasi ini cocok sebagai marine station atau marine research institute. Selain itu lokasi ini memiliki nilai historis yang tinggi karena dikenal sebagai tempat pertama kali berlabuhnya Majapahit dan sebagai jalur penyebaran agama Islam di Pulau Bali oleh masyarakat Melayu Malaysia.

 
Lokasi Balai Penelitian dan Observasi Laut


Muara Perancak

Balai ini adalah salah satu wadah pelaksanaan kegiatan – kegiatan the Southeast Asia Center for Ocean Research and Monitoring (SEACORM). Perjalanan historis lahan Perancak jika disimak secara menyeluruh menggambarkan keunikan tersendiri. Salah satunya adalah bagaimana upaya – upaya yang dilakukan untuk merubah (convert) tata guna lahan yang awalnya merupakan lahan budidaya tambak, menjadi suatu kawasan riset – terapan dan observasi kelautan yang handal berskala global. Hal tersebut bermula pada bulan Oktober 2002 (Raker BRKP – DKP) ketika lahan tersebut diserahterimakan dari Pusat Riset Perikanan Budidaya ke Pusat Riset Teknologi Kelautan – BRKP.


Peresmian oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Freddy Numberi - 2005

Pada Tahun Anggaran 2003 Bagian Proyek Inventarisasi untuk pertama kali dilaksanakan di Perancak yang pada saat itu bernama Laboratorium Alam. Dua tahap pengembangan sarana dan infrastruktur riset dan observasi kelautan dilaksanakan pada tahun 2003 dan 2004 menginduk pada Pusat Riset Teknologi Kelautan. Sejak terbentuknya Instalasi Observasi Kelautan dan Tambak Penelitian tahun 2005, SEACORM telah cukup aktif melaksanakan program kerjanya yang meliputi kegiatan riset, diseminasi, kerjasama maupun pengembangan kelembagaan. Instalasi Observasi Kelautan merupakan cikal berkembangnya institusi penelitian ini menjadi Balai.

 

BROK - 2004                           BROK - 2005

 Pengesahan Balai Riset dan Observasi Kelautan melalui Peraturan Menteri pada bulan Agustus 2005 merupakan suatu momentum khusus yang dijadikan motivator dari keseluruhan aspek riset yang dapat dilakukan. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan NOMOR.PER10/MEN/2005 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Riset dan Observasi Kelautan menyatakan, diantaranya, bahwa BROK merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertanggung jawab langsung kepada Pusat Riset Teknologi Kelautan (PRTK) – BRKP.

 

BROK - 2007

TUGAS & FUNGSI

Tugas :

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 34/MEN/2011 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian dan Observasi Laut, BPOL mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan observasi sumber daya laut

Fungsi :

  1. Penyusunan rencana program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi, serta laporan
  2. Pelaksanaan penelitian dan observasi sumber daya laut di bidang fisika dan kimia kelautan, daerah potensial penangkapan ikan, dan perubahan iklim, serta pengkajian teknologi kelautan
  3. Pelayanan teknis, jasa, informasi, komunikasi, dan kerja sama penelitian dan observasi
  4. Pengelolaan prasarana dan sarana penelitian dan observasi dan
  5. Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai

Untuk mendukung tugas dan fungsi Balai Penelitian dan Observasi Laut, BPOL telah menyusun Naskah Akademik dan Rencana Strategis (Renstra).

  • Naskah Akademik BPOL dapat di download pada file berikut. (download)
  • Rencana Strategis (Renstra) BPOL 2010-2014 dapat di download pada file berikut. (download)

 

Sumber: bpol.litbang.kkp.go.id


Layanan Publik - Instansi