PUSKONSER - Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah Dan Perkembangan

1892

Kegiatan penelitian hutan mulai dirintis oleh Pemerintah Belanda.

1909

Usaha ini diperbaiki oleh tokoh-tokon ilmuwan yang didukung oleh Asosiasi Profesional Kehutanan di Hindia Belanda (Vhabinoi).

1913

Pembentukan Balai Penyelidikan Kehutanan (Proefstation voor het Boswezen), berkedudukan di Jl. Sawojajar Bogor dan pada tahun 1930 dialihkan ke Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor, hingga sekarang.

1947

(Pendudukan Sekutu); terdapat dua Balai, yaitu Balai Penyelidikan Kehutanan Republik Indonesia (di Solo); dan Balai Penyelidikan Kehutanan yang dikelola Sekutu (di Bogor). Pada 1950 (Penyerahan Kedaulatan), kedua balai digabung menjadi Balai Penyelidikan Kehutanan Bogor.

1956

Perubahan nama menjadi Balai Besar Penyelidikan Kehutanan (SK. Menteri Pertanian No.86/Um/56 tanggal 20 Juli 1956).

1957

Perubahan nama menjadi Lembaga Pusat Penyelidikan Kehutanan, terdiri dari

  • Lembaga Penyelidikan Kehutanan (Cikal bakal Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam).
  • Lembaga Penyelidikan Hasil Hutan (Cikal bakal Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan).

1969

Pembentukan Lembaga Persuteraan Alam (Keputusan Menteri Pertanian No.256/Kpts/Op/68 tanggal 8 Oktober 1968).

1971

Perubahan nama menjadi Lembaga Penelitian Hutan (LPH), sedangkan Lembaga Persuteraan Alam  ditetapkan sebagai bagian dari LPH.

1980

Perubahan nama menjadi Balai Penelitian Hutan (BPH) (Kpts Menteri Pertanian No.861 tahun 1980).

1983

Pembentukan Departemen Kehutanan (Keppres No.45/M/83), dan nama lembaga berubah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Keppres No.24 tahun 1983). Pada kurun waktu 1983 - 2000 banyak terjadi perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja, diantaranya perubahan nama departemen menjadi Departemen Kehutanan dan Perkebunan

2001

Perubahan nama menjadi Pusat Penelitian Hutan dan Konservasi Alam (Keputusan Menteri Kehutanan No.123/Kpts-II/2001 tanggal 4 April 2001).

2005

Ditetapkan kedudukannya berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.  P.13/Menhut-II/2005 tanggal 6 Mei 2005, Struktur Organisasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam.

2006

Ditetapkan kedudukannya berdasarkan Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.  P. 71/Menhut-II/2006  tanggal 7 Nopember 2006,  Perubahan Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. 13/MenhutII/2005 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Departemen Kehutanan

2010

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam di ubah kembali menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi berdasarkan  Peraturan Menteri Kehutanan No. P.40/Menhut-II/2010 tanggal 25 Agustus 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan.

Visi & misi
 
Sebagai salah satu lembaga litbang yang berada di bawah Badan Litbang Kehutanan, PUSKONSER membangun visi masa depannya sejalan dengan visi Badan Litbang Kehutanan yakni ”Menjadi lembaga penyedia IPTEK Kehutanan yang terkemuka dalam mendukung terwujudnya pengelolaan hutan lestari untuk kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan”

Visi tersebut dikembangkan dari identifikasi yang jelas atas tugas pokok dan fungsi organisasi dan analisis terhadap berbagai faktor lingkungan yang berpengaruh serta dengan berpijak pada penilaian mengenai kekuatan dan kelemahan internal organisasi.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, ditetapkan visi PUSKONSER untuk kurun waktu 2010-2014 yaitu :

“Menjadi lembaga penyedia IPTEK bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam yang terpercaya untuk kepentingan kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat.”

Visi di atas mengandung maksud bahwa PUSKONSER bertekad untuk menjadi lembaga penyedia iptek yang mendapatkan kepercayaan publik sebagai lembaga yang kredibel dan mampu menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan kehutanan bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam.

Hal ini berimplikasi pada dua hal pokok yaitu: ke dalam, PUSKONSER harus mampu meningkatkan dan mengembangkan kapasitas sumberdaya yang dimiliki, dan keluar PUSKONSER harus memiliki kemampuan mengemas dan mendesiminasikan teknologi yang dihasilkan.

Dengan memahami maksud dan implikasi ditetapkannya visi seperti di atas, maka ada 3 (tiga) misi utama PUSKONSER untuk dapat mencapai tujuan penyelenggaraan penelitian dan pengembangan yang diinginkan yaitu :

1. Menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengembangan dalam rangka memperoleh IPTEK tepat guna di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam.

2. Meningkatkan dan mengembangkan kapasitas riset bidang konservasi dan rehablitasi sumberdaya alam.

3. Meningkatkan dan mengembangkan kapasitas SDM, kelembagaan, dan sarana prasarana.

 

Sumber: puskonser.or.id


Layanan - PUSKONSER - Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi

Layanan Publik - Instansi