P2MM LIPI - Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Sejarah Singkat

Pusat Penelitian Metalurgi dan Material (P2MM) – LIPI telah mengalami beberapa kali perubahan nama, berawal dari Lembaga Metalurgi Nasional (LMN) yang didirikan tahun 1965. LMN adalah salah satu di antara 5 (lima) lembaga penelitian dan pengembangan serta dikelompokkan dalam sebuah Pusat Riset Nasional yang tergabung dalam Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI).

Pada tahun 1967, MIPI dihapuskan dan sebagai gantinya Pemerintah membentuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sehingga sejak tahun 1967 LMN berada di bawah LIPI.

Kemudian pada tahun 1986 LIPI di-reorganisasi dan LMN berubah nama menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Metalurgi (Puslitbang Metalurgi) – LIPI. Pada Tahun 2001 Puslitbang Metalurgi – LIPI kembali berubah nama menjadi Pusat Penelitian Metalurgi (P2M) – LIPI dan terakhir pada tahun 2014 berubah nama menjadi Pusat Penelitian Metalurgi dan Material (P2MM) – LIPI. P2MM – LIPI merupakan salah satu Pusat Penelitian yang berada di bawah Kedeputian Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI yang dibentuk berdasarkan Peraturan Kepala LIPI No. 1 Tahun 2004 tanggal 9 Mei 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Berikut adalah nama-nama Direktur Lembaga Metalurgi Nasional / Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Metalurgi – LIPI / Kepala Pusat Penelitian Metalurgi – LIPI / Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material – LIPI:

  • Ir. Djuwito A (1965 – 1988)
  • Ir. Sukarna Djaja (1988 – 1995)
  • Dr. Nilyardi Kahar (1995 – 1996)
  • Drs. Tun A. Saanin (1996 – 2000)
  • Dr. Ir. Rudi Subagja (2000 – 2008)
  • Ir. Eddy Dwi Tjahjono (2008 – 2010)
  • Dr. Ing-Andika Widya Pramono (2010 – sekarang)

Tugas Pokok dan Fungsi

Tugas dan Fungsi P2MM– LIPI

Tugas

Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan indonesia tanggal 9 Mei 2014, P2MM-LIPI mempunyai tugasmelaksanakan penelitian di bidang metalurgi dan material.

Fungsi

Dalam melaksanakan tugasnya, P2MM – LIPI menyelenggarakan fungsi :

  • penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program penelitian di bidang metalurgi dan material;
  • penelitian di bidang metalurgi dan material;
  • pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan penelitian di bidang metalurgi dan material; dan
  • pelaksanaan urusan tata usaha.

Visi & Misi

Visi

Visi P2MM– LIPI mengacu pada visi LIPI sebagai induk organisasi. LIPI telah menetapkan Visi jangka panjang yaitu:

“Menjadi lembaga penelitian berkelas dunia yang mendorong terwujudnya kemandirian dan daya saing bangsa di bidang metalurgi dan material untuk kehidupan bangsa yang adil, makmur, cerdas, kreatif, integratif, dan dinamis”

Misi

Untuk mencapai visi tersebut di atas, Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI menetapkan misi yang harus dijalankan pada periode 2015-2019 sebagai berikut:

  • Menciptakan invensi ilmu pengetahuan metalurgi dan material yang dapat mendorong inovasi dalam rangka meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi bangsa
  • Meningkatkan pengakuan internasional dalam bidang ilmu pengetahuan metalurgi dan material
  • Meningkatkan penguatan kelembagaan, diseminasi hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi di bidang metalurgi dan material.

Tujuan dan Sasaran

Tujuan

Mewujudkan dukungan terhadap peningkatan kemandirian dan daya saing ekonomi bangsa melalui penelitian peningkatan nilai tambah sumber daya mineral, material biokompatibel, baja laterit, dan material energi

  • Mewujudkan pengakuan Internasional terhadap lembaga dalam bidang Ilmu Pengetahuan metalurgi dan material
  • Mewujudkan peningkatan penguatan kelembagaan, diseminasi hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi di bidang metalurgi dan material

Sasaran Strategis

Dalam menjalankan  misi 2015-2019, Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI menetapkan sasaran strategis yang ingin dicapai sebagai berikut:

Terwujudnya dukungan terhadap peningkatan kemandirian dan daya saing ekonomi bangsa melalui penelitian peningkatan nilai tambah sumber daya mineral, material biokompatibel, baja laterit, dan material untuk industri energi yang ditandai oleh:

  • Dikuasainya teknologi baja unggul nasional berbasis bijih laterit
  • Dikuasainya teknologi peningkatan nilai tambah mineral nikel, dan kasiterit
  • Dikuasainya teknologi material biokompatibel
  • Dikuasainya teknologi material untuk industri energi

Terwujudnya pengakuan internasional terhadap lembaga dalam bidang ilmu pengetahuan metalurgi dan material yang ditandai oleh:

  • Meningkatnya jumlah publikasi ilmiah internasional
  • Meningkatnya jumlah sitasi

Terwujudnya peningkatan penguatan kelembagaan, diseminasi hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi di bidang metalurgi dan material yang ditandai oleh:

  • Meningkatnya kuantitas dan kualitas sumber daya manusia
  • Meningkatnya jumlah sarana dan prasarana penelitian
  • Meningkatnya jumlah kegiatan diseminasi hasil penelitian ke stakeholder
  • Meningkatnya jumlah pelayanan jasa teknologi ke stakeholder

 

Sumber : metalurgi.lipi.go.id