Normalkah Kaki Bengkak Saat Hamil? Ini Pesan Dokter soal Preeklamsia

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 13 Okt 2021, 09:09:56 WIB | dibaca : 60 pembacaKesehatan

Normalkah Kaki Bengkak Saat Hamil? Ini Pesan Dokter soal Preeklamsia

Foto: Getty Images/iStockphoto/Lordn

Jakarta - Kaki bengkak pada wanita hamil kerap dianggap hal wajar. Namun rupanya, kondisi ini tak jarang dibarengi preeklamsia, komplikasi ibu hamil akibat tekanan darah tinggi atau hipertensi. Lantas, kondisi bengkak pada kaki seperti apa yang perlu diwaspadai sebagai tanda bahaya preeklamsia?

Meluruskan pemahaman banyak orang bahwa preeklamsia adalah gangguan pada plasenta, spesialis Kandungan dari RSIA Bunda, dr. Aditya Kusuma, SpOG, menerangkan preeklamsia sebenarnya terkait fungsi jantung ibu hamil. Salah satu yang kerap diyakini sebagai gejala preeklamsia adalah muncul bengkak pada kaki ibu hamil.

"Zaman dulu definisi preeklamsia ada trias. Pertama hipertensi, kedua ada protein di urin, ketiga bengkak di kaki. Kemudian kalau melihat bahwa banyak sekali wanita yang hamilnya sehat tidak ada (preeklamsia) tapi bengkak," terangnya dalam diskusi daring, Selasa (12/10/2021).

Menurutnya, temuan protein pada urine dan bengkak pada kaki tidak lagi menjadi gejala spesifik preeklamsia. Terlebih mengingat bengkak pada kaki kerap dialami oleh wanita hamil yang tidak mengalami preeklamsia atau hipertensi.

"Bengkak itu tidak spesifik. Jadi sulit sekali, kita tidak bisa melihat hanya dari bengkak "oh ini bengkak preeklamsia". Tapi secara gambaran gampangnya, bengkak disertai hipertensi harus hati-hati. Kalau hanya bengkak tidak disertai hipertensi, itu berarti hamil baik-baik saja," imbuh dr Aditya.

Lantaran preeklamsia terkait penurunan fungsi jantung pada wanita hamil, dr Aditya mengingatkan pencegahannya adalah dengan mengatur gaya hidup seperti menjaga kesehatan jantung pada umumnya baik sebelum, ketika, atau setelah hamil.

"Artinya harus membiasakan diri olahraga, membiasakan diri makanan itu juga harus selektif, nggak boleh makanan itu (sembarangan). bukan hanya jenis makanannya, jadi apa yang kita makan juga "how", apakah kita menggoreng, merebus, mengukus, itu juga perlu (diperhatikan)," pungkas dr Aditya.

 

Sumber : detik.com