ASDP Bakal Melantai di Bursa Saham pada Kuartal II 2022

By PUBinfo Redaksi 25 Nov 2021, 09:20:10 WIB | dibaca : 42 pembaca

ASDP Bakal Melantai di Bursa Saham pada Kuartal II 2022

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan melantai di bursa saham pada 2022 dan menargetkan dana segar Rp4 triliun. (Antara Foto/Galih Pradipta).

Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Rencananya, operator penyeberangan itu akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal II 2022 atau paling lambat kuartal III 2022.

Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP Yusuf Maritim mengatakan pihaknya menargetkan dana segar sebesar Rp3 triliun-Rp4 triliun dari IPO. Nantinya, dana itu akan digunakan untuk ekspansi usaha dan belanja modal (capital expenditure/capex).

"Dengan melihat potensi kinerja kami, nanti perusahaan kami pada kuartal II dan maksimal kuartal III akan melakukan IPO," katanya pada Berita Satu Economic Outlook 2022, Rabu (24/11).

Menurut dia, jumlah dana yang dibidik dalam IPO tak besar. Pasalnya, perusahaan masih memiliki ekuitas atau kas perusahaan yang cukup untuk kebutuhan ekspansi usaha.

Selain IPO, ia menyebut pihaknya juga akan mengakuisisi 52 kapal perusahaan operator swasta untuk memperkuat portofolio bisnis ASDP. Namun, Yusuf tak menyebut secara pasti identitas operator tersebut.

Ia menambahkan perusahaan akan fokus memperbaiki kualitas layanan penyeberangan. Hal ini untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

"Kami harus membuktikan dominasi di market dengan menjamin kualitas penyeberangan," ujar Yusuf.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan jumlah perusahaan yang melakukan IPO terus meningkat. Tercatat, 40 perusahaan melantai di bursa hingga 12 November 2021.

"Dengan total fund raise mencapai Rp32,3 triliun. Nilai fund raising 2021 ini juga merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir," ujar Inarno.

Sementara, ada 29 perusahaan yang akan melakukan IPO dan sudah masuk dalam pipeline BEI. Menurut Inarno, puluhan perusahaan itu maksimal IPO pada awal 2022 mendatang.

"Pertumbuhan positif ini telah menghantarkan jumlah perusahaan di bursa mencapai 752 perusahaan," pungkas Inarno.

 

Sumber : cnnindonesia.com