BNPT Perkuat Sinergi Bareng KPK dan BNN Lawan Terorisme, Korupsi, hingga Narkoba

By PUBinfo Redaksi 25 Nov 2021, 10:36:44 WIB | dibaca : 57 pembaca

BNPT Perkuat Sinergi Bareng KPK dan BNN Lawan Terorisme, Korupsi, hingga Narkoba

BNPT perkuat sinergi bersama KPK dan BNN melawan terorisme, korupsi, hingga narkoba. (Istimewa)

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menangani kejahatan luar biasa yakni terorisme, narkoba, dan korupsi.

Kepala BNPT Boy Rafli Amar menyampaikan, sinergitas BNPT, BNN, dan KPK harus dilakukan demi menguatkan sendi negara dari degradasi moral, utamanya kepada generasi muda Indonesia.

"Melalui upaya bersama ini potensi ancaman di tiga kejahatan ini akan tereliminasi dengan baik. Kolaborasi ini juga dengan masyarakat luas, menjadi bagian penting agar kita bergandeng tangan dalam menghadapi musuh negara," tutur Boy Rafli dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021).

Menurut Boy Rafli, kolaborasi ketiga lembaga tersebut akan fokus pada upaya pencegahan. Dalam kejahatan terorisme misalnya, kemajuan teknologi sangat berkontribusi dalam meningkatnya aktivitas terorisme.

Proses radikalisasi, perekrutan, hingga pendanaan terorisme dapat dilakukan melalui internet. Fenomena tersebut melahirkan aktor tunggal atau lone wolf dalam aksi terorisme, seperti yang terjadi di Mabes Polri pada awal tahun 2021 lalu.

"Kelompok radikal sangat sadar dengan media sosial, mereka pun jadi sistematis karena didukung sumber pendanaan besar, sehingga dengan uang itu mereka melakukan radikalisasi dan aksi terorisme," jelas dia.

Penguatan Nilai Kebangsaan

Kemudian, lanjut Boy Rafli, narco-terrorism atau aksi terorisme yang didanai dari perdagangan gelap narkoba telah banyak dilakukan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Terorisme dan korupsi juga terkait satu dengan yang lain sebab dapat menjadi pemicu radikalisme dan terorisme imbas dari kesejahteraan masyarakat.

"Kini tidak ada masyarakat yang imun dari radikalisme dan terorisme. Paham tersebut masuk ke tiap sendi negara ini, termasuk di lembaga negara, lembaga pendidikan, bahkan organisasi keagamaan. Perlu ada penguatan nilai kebangsaan yang didukung oleh pemerintah dan masyarakat agar tercipta daya tangkal terhadap radikalisme dan terorisme," Boy Rafli menandaskan.

 

Sumber : liputan6.com