BRI Dorong Peningkatan Literasi Pasar Modal bagi Investor Muda

By PUBinfo Redaksi 17 Apr 2021, 09:49:14 WIB | dibaca : 43 pembaca

BRI Dorong Peningkatan Literasi Pasar Modal bagi Investor Muda

Foto: BRI

Jakarta - Per Februari 2021, Data BEI menunjukkan jumlah investor baru berusia 18-25 bertambah 280.569 orang atau 48,7% dari total investor baru. Namun meningkatnya investor milenial juga harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan di pasar modal.

Seperti yang dilakukan oleh BRI Group melalui BRI Danareksa Sekuritas untuk mendorong literasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya dengan gencar melakukan penetrasi yang menyasar generasi muda untuk melek investasi di pasar modal.

Dalam program BRI Cuap Cuap Cuan Berkah di CNBC Indonesia, Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari mengatakan investor terutama dari kalangan milenial harus cermat memilih perusahaan sekuritas yang mampu menyediakan fasilitas edukasi dan informasi. Bila tidak, investor muda bisa terhambat untuk memaksimalkan potensi mereka memutar uangnya melalui investasi di berbagai instrumen.

"Kita harus diversifikasi. Jangan semua investasi kita dimasukkan ke saham. Ada produk di luar saham yang juga perlu dimiliki, itu bisa reksadana, obligasi, tabungan, semuanya harus dipelajari. Untuk milenial harusnya berbeda dengan orang yang sudah mau pensiun, tapi yang jelas harus menyisihkan uang baik dari gaji ataupun jajan yang diberikan orang tua. Milenial harus mau mencari sekuritas yang memberi edukasi," tuturnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/4/2021).

Ia mengatakan secara umum ada dua tipe investor pasar modal di dunia, yaitu investor harian dan jangka panjang. Investor harian adalah orang yang membeli saham untuk kepemilikan jangka pendek, sementara investor jangka panjang cenderung mengumpulkan saham dalam rentang waktu panjang dan menengah.

Kedua investor ini memiliki strategi berbeda untuk digunakan dalam bertransaksi sehari-hari. Akan tetapi mereka wajib memiliki pemahaman terhadap saham dan emiten yang dijadikan tujuan investasi. Tanpa pemahaman dan informasi yang cukup, menurutnya investor tak bisa memanfaatkan potensi keuntungan dari investasinya secara maksimal.

Friderica mengatakan BRI Danareksa Sekuritas memiliki produk bernama SAPA MENTARI yang bisa digunakan sebagai sarana investor mendapat informasi terkait saham dan emiten pilihan dari hari ke hari. Melalui SAPA MENTARI, BRI Danareksa Sekuritas membuat highlight saham-saham apa saja yang layak dijual dan dibeli pada hari tertentu.

"Untuk yang menjadi investor, jangan membeli sesuatu karena rumor. (Investor) harus punya strategi, sektor apa saja yang perlu dimasuki, harus tahu saham mana saja yang bakal terjadi pembalikan (harga)," ujar Friderica.

"Saat ini bahkan dengan modal Rp 100 ribu masyarakat sudah bisa trading. Tinggal mencari sekuritas yang fokus pada investor ritel, memang tidak banyak, tetapi ada. Seperti kami diBRIDanareksa Sekuritas punya tim khusus, maka investormilenial akan dibantu,"bebernya.

Selain menggunakan fasilitas dari perusahaan sekuritas, investor juga diimbau rajin mengikuti perkembangan ekonomi dan industri nasional. Hal tersebut patut dilakukan apabila investor ingin terus mendapatkan informasi terbaru ihwal sektor ekonomi mana saja yang akan pulih dan bertahan dalam rentang waktu tertentu.

"Ketika pandemi, apa sektor yang bertahan? Kalau ada pemulihan, sektor mana yang akan pulih? Kalau kami melihat ada sektor perbankan, konstruksi, ritel, otomotif akan menjadi lebih baik. Kemudian, kalau sudah tahu sektor-sektornya maka harus tahu emiten mana saja yang akan baik (kinerjanya)? Harus tahu juga rencana emiten dan aksi korporasinya," pungkasnya.

 

Sumber : detik.com