Cegah Bunuh Diri Selama Pandemi, Kemenkes Buka Telekonseling Kejiwaan Gratis

By PUBinfo Redaksi 07 Okt 2021, 10:05:07 WIB | dibaca : 64 pembaca

Cegah Bunuh Diri Selama Pandemi, Kemenkes Buka Telekonseling Kejiwaan Gratis

Foto: thinkstock

Jakarta - Pandemi COVID-19 sebabkan kenaikan angka bunuh diri akibat penyakit gangguan kesehatan mental. Meski begitu, tak sedikit orang belum sadar pentingnya kesehatan mental dan enggan melakukan konseling. Padahal, Kemenkes sediakan telemedicine gratis untuk konseling.

Hampir seluruh sektor kehidupan terdampak pandemi, termasuk dalam hal kesehatan mental. Kegiatan yang harus dilakukan di rumah dalam jangka panjang tak jarang sebabkan kejenuhan dan kecemasan hingga depresi.

Kondisi tersebut berisiko menyebabkan gangguan kesehatan mental, bahkan bisa berujung pada kematian.

Kendati demikian, masih banyak orang yang enggan berobat ke psikolog atau psikiater. Berbagai faktor yang diduga menjadi penyebabnya adalah stigma di masyarakat tentang penyakit mental dan biaya konseling yang tidak murah serta masyarakat yang belum sadar tentang kesehatan mental.

Berdasarkan data yang dipaparkan Direktur Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan, Celestinus Eigya Munthe dalam temu media, Rabu (6/10/2021), selama pandemi COVID-19, angka bunuh diri akibat penyakit gangguan kesehatan jiwa terus mengalami peningkatan.

"Angka kematian akibat bunuh diri akibat berbagai macam penyakit gangguan kesehatan jiwa, semakin hari semakin meningkat, terutama dalam kondisi pandemi COVID-19" jelasnya.

Celestinus ungkap sebuah penelitian menemukan terjadi peningkatan gangguan masalah kesehatan akibat depresi dan anxietas atau gangguan kecemasan sekitar 6 sampai dengan 9 persen.

"Artinya terjadi juga suatu kecenderungan peningkatan akibat depresi dalam masalah bunuh diri," kata Celestinus.

Pernyataan ini diperkuat dengan data dari PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia) yang menemukan terjadi peningkatan sebesar 9 persen.

Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Kesehatan untuk mengatasi masalah tersebut, yakni dengan menyediakan telemedicine gratis di setiap rumah sakit jiwa yang bekerjasama dengan Kemenkes.

"Yang kami lakukan untuk mengatasi masalah itu adalah kita melakukan upaya peningkatan konseling melalui telemedicine dan cukup banyak rumah sakit jiwa kita yang melayani layanan telemedicine ini secara gratis," papar Celestinus.

Tak hanya itu, Kemenkes juga menyediakan aplikasi "Sehat Jiwa" yang saat ini sudah melayani 600 konseling.

"Dan juga kita punya aplikasi Sehat Jiwa yang juga sudah memberikan layanan, dalam catatan kita sekitar 600 konseling," pungkasnya.

Diharapkan dengan adanya telemedicine dan aplikasi ini, masyarakat yang enggan datang langsung ke rumah sakit jiwa atau tak punya biaya, tak perlu khawatir lagi karena bisa melakukan konseling di rumah melalui telemedicine secara gratis.

 

Sumber : detik.com