ESDM Susun Road Map Bahan Bakar Bioavtur untuk Komersial

By PUBinfo Redaksi 07 Okt 2021, 10:47:09 WIB | dibaca : 58 pembaca

ESDM Susun Road Map Bahan Bakar Bioavtur untuk Komersial

Kementerian ESDM menyusun peta jalan agar campuran bahan bakar bioavtur bisa digunakan secara komersial. (ANTARA FOTO/Didik Setiawan).

Jakarta - Kementerian ESDM tengah menyusun peta jalan (road map) agar campuran bahan bakar nabati atau bioavtur bisa digunakan secara komersial.

"Untuk itu kami harapkan dukungan semua pihak untuk tahapan uji coba selanjutnya, termasuk road map untuk komersialisasinya," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Seremoni Keberhasilan Uji Terbang Pesawat CN235 Menggunakan Campuran Bahan Bakar Bioavtur 2,4 Persen (J2.4), Rabu (7/10).

Arifin menargetkan seluruh maskapai di Indonesia untuk tujuan rute domestik dan internasional dapat menggunakan bioavtur ke depannya. Pasalnya, bahan bakar ini lebih ramah lingkungan.

"Penelitian dan pengembangan harus dilakukan dan penggunaan bioavtur bisa untuk seluruh maskapai di Indonesia dan penerbangan mancanegara," kata Arifin.

Saat ini, Indonesia saja baru saja melakukan uji coba terbang perdana pesawat CN235 milik PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI dengan menggunakan bioavtur 2,4 persen atau J2.4.

Uji coba dilakukan kemarin, di mana pesawat terbang dari Jakarta-Bandung. Pesawat berangkat dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Husein Sastranegara.

Ia menyatakan pesawat telah dilakukan uji teknis pada 8-10 September 2021 lalu. Keberhasilan ini, kata Arifin, akan meningkatkan kontribusi penggunaan bioavtur ke depannya.

Sementara, Arifin menjelaskan pemerintah telah mewajibkan penggunaan campuran bahan bakar bioavtur sebesar 3 persen pada 2020 dan 5 persen pada 2025. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015.

"Namun, implementasinya pencampuran bioavtur belum berjalan karena kendala ketersediaan bioavtur, proses teknologi, dan keekonomiannya," terang Arifin.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pangsa pasar bioavtur J2.4 sebesar Rp1,1 triliun setiap tahun, dengan perkiraan konsumsi avtur sekitar 14 ribu kilo liter per hari.

"Pangsa pasar J2.4 diperkirakan Rp1,1 triliun," ungkap Airlangga.

Ia menjelaskan pemerintah akan memberikan insentif pemotongan pajak berupa super deduction tax kepada korporasi yang terlibat dalam pengembangan campuran bahan bakar bioavtur.

Diketahui, proses pengembangan bioavtur dilakukan di unit treated distillate hydro treating (TDHT) refinergy unit (RU) IV Cilacap PT Pertamina (Persero). BUMN ini bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam mengembangkan produk bioavtur.

Pengembangan itu menghasilkan J2 atau 2 persen campuran bahan bakar bioavtur dan J2.4 atau 2,4 persen campuran bahan bakar bioavtur pada 2021.

 

Sumber : cnnindonesia.com