Harga Kedelai Naik Jelang Lebaran, Kemendag Jamin Stok Aman

By PUBinfo Redaksi 06 Mei 2021, 11:38:18 WIB | dibaca : 123 pembaca

Harga Kedelai Naik Jelang Lebaran, Kemendag Jamin Stok Aman

Foto: Ilustrasi

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melihat kenaikan harga kacang kedelai jelang Lebaran. Kendati begitu, Kemendag menjamin stok kedelai untuk Idulfitri 2021 mencukupi kebutuhan industri perajin tahu dan tempe nasional.

Dikutip dari Chicago Board of Trade (CBOT), seperti disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan harga kedelai dunia untuk pasokan Mei 2021 berkisar US$15,42 per bushels (gantang).

Terjadi kenaikan harga 8,12 persen dari penyediaan April yang kala itu dibanderol US$14,26 per gantang. Meski demikian, diharapkan harga kedelai dunia dapat segera terkoreksi saat memasuki masa panen.

Sedangkan, mengutip CME Group, kacang kedelai dunia per Rabu (5/5) diperdagangkan senilai US$15,51 per gantang atau naik 0,83 persen dari hari sebelumnya. Harga serupa juga diperdagangkan di tradingeconomics.com.

Kenaikan harga tersebut, menurut Oke, berdampak di tingkat perajin tahu dan tempe. Maklum, perajin tahu tempe selama ini masih bergantung dari pasokan kacang kedelai impor.

"Kenaikan harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe disebabkan komoditas kedelai asal Amerika Serikat masih belum memasuki masa panen sehingga berdampak pada tingginya harga kedelai sampai dengan saat ini," imbuhnya lewat keterangan resmi, Rabu (5/5).

Oke menerangkan pemerintah berupaya menjaga harga kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe pada kisaran harga Rp9.700 per kg-Rp9.900 per kg dan di tingkat gudang importir Rp9.400 per kg-Rp9.600 per kg.

Sementara itu, Oke menyebut harga tahu masih bisa dijaga stabil oleh para perajin di kisaran Rp650 per potong dan tempe Rp16 ribu per kg.

Secara umum, ia memaparkan harga kedelai di tingkat perajin pada kota-kota besar dan sentra produksi utama kedelai dijual di bawah Rp10 ribu per kg. Bila ada harga kedelai di atas harga itu, Oke menyebut kenaikan dikarenakan ongkos kirim dari titik distributor.

Dia memastikan pihaknya akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia guna memastikan harga kedelai di tingkat perajin tahu dan tempe serta harga tahu dan tempe di pasar dijual di tingkat wajar.

Di sisi lain, Oke meminta para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok secara teratur kepada perajin tahu dan tempe anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti kabupaten/kota seluruh Indonesia.

"Produksi tahu dan tempe diharapkan dapat terus berjalan khususnya untuk periode Idul Fitri 2021 sehingga masyarakat masih tetap mendapatkan tahu dan tempe dengan harga terjangkau," pungkas Oke.

 

Sumber : cnnindonesia.com