Siasat Menhub Atasi Pelabuhan Tanjung Priok yang Macet

By PUBinfo Redaksi 16 Apr 2021, 10:20:13 WIB | dibaca : 72 pembaca

Siasat Menhub Atasi Pelabuhan Tanjung Priok yang Macet

Menhub Budi Karya Sumadi/Foto: Screenshoot 20detik

Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sudah punya solusi soal kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok. Cara yang dia paparkan sudah disepakati untuk dilakukan dalam rapat yang dilakukan oleh Kemenhub, para pemangku kepentingan, dan asosiasi pengusaha.

Dia memaparkan hal pertama yang harus dilakukan adalah pengaturan di dalam pelabuhan. Menurutnya, saat ini seringkali terjadi ketimpangan jumlah arus logistik yang tidak seimbang.

"Pertama di dalam pelabuhan, di mana ada ketimpangan antara pelabuhan satu, dua, dan tiga," kata Budi Karya saat meninjau Terminal New Priok Container Terminal 1 (NPCT 1), Kamis (15/4/2021).

Dia mengatakan apabila satu pelabuhan mengalami penumpukan jumlah kedatangan maka wajib dialihkan ke pelabuhan yang lain.

"Oleh karenanya tadi disepakati, apabila satu pelabuhan mengalami penumpukan jumlah kedatangan, maka wajib di-divert ke pelabuhan lain," ujar Budi Karya.

Dia juga mengingatkan agar otoritas pelabuhan, operator, hingga Bea Cukai mempererat koordinasi. Dia juga menyarankan agar digitalisasi sistem operasi segera dilakukan.

Hal kedua yang akan dilakukan adalah pengaturan di luar pelabuhan. Menurutnya, selama ini banyak perusahaan yang serampangan membuat depo-depo pengiriman yang tidak sesuai di kawasan sekitar pelabuhan.

"Kedua berkaitan dengan di luar pelabuhan, pertama kita identifikasi adalah bagaimana jumlah suatu perusahaan yang menempati tempat-tempat yang tidak sesuai dengan land use itu banyak sekali. Depo-depo yang tidak melakukan sesuai land use. Jadi ada penumpukan di beberapa titik," papar Budi Karya.

Untuk masalah ini dia mengatakan sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengatur pemetaan zonasi di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.

"Maka kami sudah ke Gubernur DKI, satu bagi perusahaan itu secara selektif dilakukan mereka yang tidak punya lahan salah zonasinya kami menganjurkan mereka mengoperasikan di daerah industri," ujar Budi Karya.

"Memang harus ada law enforcement atas fungsi salah atas land use tersebut," katanya.

Budi Karya mengatakan insiden macetnya jalur perdagangan kanal Terusan Suez di Mesir beberapa waktu lalu juga ikut jadi biang kerok masalah di Pelabuhan Tanjung Priok.

Budi Karya mengatakan kemacetan di Terusan Suez di Mesir telah berdampak pada arus lalu lintas logistik di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hal itu terjadi karena imbas dari kemacetan di Terusan Suez membuat arus logistik pada beberapa pelabuhan di pesisir Jakarta juga ikut mengalami penumpukan.

"Apa yang terjadi memang dimulai dari adanya kemacetan di Terusan Suez, setelah itu berimbas ke beberapa port di sekitar Jakarta dan akhirnya terjadi suatu penumpukan," ujar Budi Karya.

Budi Karya mengaku dirinya telah menugaskan jajarannya untuk melakukan koordinasi dengan semua stakeholder untuk menangani masalah kemacetan yang terjadi di Tanjung Priok.

"Memang beberapa waktu lalu terjadi suatu penumpukan yang agak signifikan di Priok, dan oleh karenanya kami minta kepada beberapa eselon I tadi, BPTJ bu Polana, dan pak Dirjen untuk lakukan mitigasi dan koordinasi terhadap situasi yang sebenarnya terjadi," ujar Budi Karya.

Sebagai informasi, sebelumnya sempat viral video kemacetan Pelabuhan Tanjung Priok di media sosial. Video itu isinya memuat keluhan dari perekam video yang diduga sopir truk kontainer terkait kemacetan yang menghambat pekerjaan mereka.

Dalam keluhannya di video itu, perekam video menunjukkan suasana kemacetan di area pelabuhan. Dia menyebut, imbas jalan macet itu, pendapatannya menjadi terganggu.

"Sakit, Pak, dimarahin istri terus, pulang nggak pernah bawa duit. Jalannya macet mulu sama itu bertiga. Kalau nggak G Fortune, ya Dwipa. Nggak Dwipa, ya NPCT, Pak. Sakit, Pak, setoran banyak, order banyak, tapi nggak muter karena mandek jalannya, Pak," kata perekam video.

 

Sumber : detik.com